Multivest

7 0 0
                                    

Setibanya di tempat itu terlihat sebuah pintu terbuat dari kayu, hal itu membuat prilly penasaran hingga dia menghampirinya, setibanya di depan pintu tersebut melihat sebuah cahaya yang samar namun ketika prilly semakin mendekat cahaya itu semakin jelas dan membawa prilly memasuki dimensi yang berbeda, namun sama seperti dunia realita. Prilly berjalan di lorong kampus seorang diri, namun dari kejauhan dia merasa ada yang berbeda dari segi suasana, perasaan dan segalanya berbeda. " Gue rasa kampus ini terasa berbeda, apa yang terjadi sebenarnya, gue juga nggak lihat ali dan lainnya.". Tak lama berselang terlihat rey dan zia berjalan beriringan, Prilly terkejut melihatnya. Kemudian prilly menghampiri mereka. " Zia bang ali kemana kok lo cuman berdua sama rey.". Zia terperangah melihat prilly karena ada yang berbeda. " Kak Pilly, rambut kakak kok panjang ?". Prilly merasakan hal yang sama. " Zia tumben lo panggil kakak dengan sebutan Prilly bukan Illy, terus juga sejak kapan lo akrab sama rey, bukannya kalian jarang bertegur sapa ?" mendengar hal itu Rey merasa sanksi dengan perkataan prilly. " Loh kak prilly gimana sih kita kan pacaran, dari 3 bulan yang lalu. Bahkan kak prilly sendiri lihat aku nembak zia.". Prilly dibuat semakin bingung, dia merasa ini bukan dunianya, tak lama berselang datanglah ali bersama seorang wanita berambut pendek namun mereka sedang berseteru hebat tanpa ada yang mengalah, setibanya ali didekat rey, zia, dan illy, Ali masih saja menegur Prilly " mau sampai kapan, kamu bully orang yang nggak bersalah pril, tapi bukan urusan aku juga sih, hidup-hidup kamu jadi terserah kamu susah kalo udah nggak punya hati.". Zia yang melihat itu memanggil ali. "kenapa bang, kak prilly berulah lagi ?" zia sudah tidak kaget dengan apa yang dilakukan prilly selama ini. " Dia Bully orang lagi, apalagi orang itu pacar abang zi.". Prilly terkejut mendengar perkataan ali. " pacar ali ?, bukannya pacar ali gue?, kok ini." Illy membatin. Ali membawa prilly kehadapan zia. Zia kaget melihat prilly ada dua, " loh ini kok ada dua prilly?". Tanpa mereka sadari prilly menyadari ada dia yang lain. " kok aku ada dua, dia siapa, Kenapa sama kayak aku, apa aku ada kembaran?". Disisi lain ali kaget dengan perkataan zia yang mengatakan prilly ada dua, dan ketika ali mengarahkan pandangannya lebih jelas ke arah illy berada, ali bertanya "anda siapa yaa? Mirip sekali dengan prilly perempuan songong ini" sementara illy masih terdiam karna syok melihat orang-orang yang ada didepannya. Rey yang melihat keadaan illy shock, menghampirinya. " Udah kak nggak apa apa, kita orang baik kok, nggak bakal jahat sama kakak juga." Katanya memberi kode ke zia. "Iya kak, kita orang baik." Tersenyum kearah illy. "Bang udah kenapa jangan lihat kak prilly yang satu lagi kayak gitu, bikin dia takut aja." "eh kak ngomong ngomong aku panggil kakak siapa, nggak mungkin kak prilly kan?" kata Rey. " panggil gue illy aja." Kata illy yang mulai menguasai keadaan. "ok kak illy.". Mulai detik itu nereka memanggil prilly dunia nyata dengan sebutan illy. Setelah kejadian perkenalan, mereka melajutkan aktivitas masing-masing meskipun masih dalam keadaan binggung.

Seperti Darah Tak Merindukan LukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang