part 49

157 19 3
                                    

"Kalian mau langsung pulang? Kita berempat mau ajak kalian makan malam mau gak?.." tanya Aulia pada the boys dan Meli.

"Kalo gue kyknya harus pulang sekarang deh kak, soalnya abang gue udah jemput gue, dia udah nunggu di depan, gue pamit ya guys.." sahut Hari berpamitan pada mereka sambil melambaikan tangan.

"Hati-hati.." bales mereka.

"Kita juga ya kak.." pamit afimel.

"Bareng kita aja.." sahut Aulia.

"Iya guys bareng kita aja.." timpal trira.

"Sorry nih guys, tapi mereka bareng kita berdua.." sahut Faul yang merangkul Meli, begitu pun Gunawan yang merangkul Afisan.

"Kok bisa?.."

"Kenapa? Emangnya gak boleh?.."

"Ya gpp sih.."

"Yaudah, bayyy.." pamit Faul berjalan pergi meninggalkan mereka.

"Dih tuh bocah, kgk ada sopan-sopan nya banget lo kak Faul.." cetus Lesti.

"Ngapain gue sopan sama cewek yang udah ada pendampingnya.." celetuk Faul seraya menjulurkan lidahnya.

"Cihh.." dengus Lesti kesal.

"Kak Aul, kak Les, Ra, Put, Kak Reza, kak Fildan kita pamit ya.." pamit Meli di ikuti Afisan dan Gunawan, mereka melambai-lambaikan tangannya pada mereka.

"Hati-hati.." bales mereka.

"Kalian gimana?.." tanya Lesti pada filrez.

"Kita berdua, kyknya juga harus pulang deh.." ucap mereka berpamitan.

"Oh gitu ya? Yaudah, dahh.." bales mereka.

"Dahh.." filrez melambai-lambaikan tangan dan di balas hal yang sama.

"Terus kita mau langsung pulang atau mampir, untuk makan malam dul-.."

"Langsung pulang aja kali kak.." sahut Lesti di setujui Rara dan Putri.

"Kita gak sabar mau pamerin ini ke kak Ceppy.." timpal mereka.

"Yaudah ayo, pak supir udah pada nunggu kita.." balesnya diangguki mereka.

trityralia menarik kopernya yang berat karena berisi banyaknya oleh-oleh yang mereka bawa dari para warga.

Ke-empatnya meninggalkan bandara dengan perasaan senang, hati mereka begitu berdebar karena tak sabar bertemu dengan sang kakak, yang mereka pikir dia sudah lama kembali dan tinggal di Mansions Franslian. Sesampainya di sana, saat mereka memasuki pintu utama, terlihat sang kakek dan para orangtua telah lama menunggu kehadiran mereka.

"Kakek.." ke-empatnya berlari menghampiri tuan Ardhi dan memeluk sang kakek dengan penuh rasa rindu.

"Huhu, lama kita tidak melihat kakek.."

"Kakek,. Bagaimana kabar kakek?.."

"Kakek sering-sering ke dokter kan.."

"Apakah kakek beristirahat dengan cukup?.."

"Haha, kalian harus bertanya satu-satu, agar kakek juga bisa menjawabnya, jika bersamaan seperti ini, bagaimana kakek akan menjawabnya.." tuan Ardhi tertawa kecil karena gemas dengan kelakuan cucu-cucunya.

"Hehe.." kekeh mereka lalu tak sengaja menoleh ke arah orangtuanya berada.

.....

Setelah bertemu kangen dan mengobrol sebentar, mereka berniat untuk naik dan kembali ke kamar, tapi mereka adalah mereka yang tak mungkin langsung ke kamar, melainkan ke kamar sang kakak.

One Step To Big Family (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang