FOLLOW DULU SEBELUM BACA !!!
⚠️IDE ITU SANGAT MAHAL!⚠️
⚠️DILARANG PLAGIAT!!!⚠️
"Nak, apakah engkau bersedia jika Abi menikahkanmu dengan putra kami ini?" ujar Kiai Fatih serius sambil menatap Khanza sekilas.
DEGH!
'Ya Allah apakah ini episode sel...
"Bismillahirrohmanirrohim, Khanza sudah memutuskan untuk ikut pulang bersama Ummi dan Abi," ujar Khanza, seraya menghembuskan nafasnya pelan.
Bu nyai Hilwa mengembangkan senyumnya, dan bernafas lega kala mendengar akhir keputusan yang diberikan oleh Khanza. Inilah jawaban yang sangat dinantikan, dan diharapkan oleh bu nyai hilwa dan juga kiai Fatih.
"Ummi sangat senang, akhirnya kamu mau juga pulang ke sini Nak," tak henti-hentinya Bu nyai Hilwa mengembangkan senyumannya.
"Apakah Khanza tidak merepotkan Abi dan Ummi. Jika Khanza tinggal di sana?" Tanya Khanza canggung.
"Oh tentu tidak Nak. Justru Ummi sangat bahagia kamu pulang ke sini, karena Ummi ada temannya." jawab Bu nyai Hilwa.
"Terima kasih Ummi. Karena sudah menerima Khanza apa adanya," ucap Khanza kepada Bu nyai Hilwa.
"Iya Nak. Sama-sama, Ummi bahagia akhirnya punya teman juga di rumah," ujar Bu nyai Hilwa.
"Jadi kapan nih kamu mau di jemput?" Sambungnya.
"Khanza naik taksi aja Ummi, gak perlu dijemput. InsyaAllah Khanza bisa sendiri," ucap Khanza tak enak hati, pasalnya ia merasa sudah terlalu banyak merepotkan keluarga bu nyai Hilwa dan kiai Fatih.
"Gak usah naik taksi. Biar di jemput aja, lebih gampang Nak," ujar Bu nyai Hilwa.
"Khanza bisa sendiri kok Ummi," kata Khanza terus memaksa.
"Pokoknya kamu di jemput saja. Soalnya biar lebih gampang Nak," titah Bu nyai Hilwa.
Tak mau membantah lagi. Akhirnya Khanzapun menuruti apa yang dikatakan Bu Nyai Hilwa,"Ya udah, Khanza dijemput gak papa Ummi."
"Naah gitu dong. Jadi kapan nih mau di jemput?" Tanya Bu Nyai Hilwa.
"Setelah Sholat dhuhur Ummi, soalnya Khanza masih mau beres beres barang yang akan di bawa ke dhalem."
"Ooh ya sudah, nanti setelah solat dhuhur biar langsung dijemput ke sana ya Nak," ujar Bu nyai Hilwa.