Hai.. 🖐😊 aku kembali membawa cerita two twilight.
Buat kamu yang lagi baca cerita aku tolong vote dan komen ya.
Vote dan komen sangat berarti author. tolong hargai dengan cara ngevote cerita aku ya. 😊
Mohon maaf juga kalau ada kesalahan penulisan, tanda baca dan ketypo an author dalam mengetik, tolong tandai!.
Mohon bantuannya ya
Bismillah semoga rame🙏
Happy reading
-
Dua motor melaju dengan kencang menyelusuri jalanan yang gelap. Dua pria yang tengah melakukan aksi balapan liar itu saling beradu kecepatan. Dengan pencahayaan dari motor masing-masing serta bantuan cahaya dari sang bulan di atas sana membuat suasana jalanan itu tidak terlalu menyeramkan.
Suara deringan telpon yang menandakan ada panggilan masuk tidak membuat konsentrasi Gerald teralihkan. Otak, hati serta pikirannya hanya pokus pada jalanan beraspal itu.
Cukup lama Gerald memimpin pertandingan hingga gavriel menambah kecepatan motornya "GUE DULUAN AL!" Gavriel mengangkat sebelah tangannya ke udara ketika ia berhasil menyalip Gerald.
Gerald berdecak, ia tidak ingin kalah malam ini. sadar jika dirinya sudah tertinggal cukup jauh Gerald semakin menambah kecepatan motornya. Pria dengan nama lengkap Frenkie gerald adrich itu mengendarai motornya seperti orang gila.
Gavriel menyunggingkan senyumnya ketika pandangan matanya sudah melihat finis di ujung sana. Gavriel melirik kaca spion melihat Gerald yang masih berada di belakangnya.
"Maaf al, untuk kesekian kalinya gue nggak bakal ngalah" Ucap gavriel.
Para anggota Velgros bersorak sambil bertepuk tangan ketika gavriel, ketua dari Velgros memenangkan pertandingan yang sangat penting malam ini.
"Feeling gue nggak pernah salah emang"
Lagi-lagi anggota velgros kembali menyunggingkan senyum ketika melihat Gerald baru sampai di garis finis. Gerald berdecak membuka helm full face nya melirik sinis ke arah para anggota Velgros.
Gavriel turun dari motor ninjanya berjalan menghampiri Gerald yang masih duduk dengan rasa kecewa di atas motornya.
"Lo kalah"
Gerald membuang mukanya, perasannya tidak keruan ada rasa kecewa dan rasa senang terselip di dalam hatinya. "Sesuai perjanjian" ucap Gavriel.
Gavriel menoleh melirik Felix yang berdiri di belakangnya. Felix yang mengerti arti dari tatapan sang ketua pun lantas memberikan Gavriel jaket kebangsaan Velgros.
Setelah menerima jaket itu Gavriel mengulurkan tangan nya. cukup lama Gerald memandang tak minat tangan Gavriel yang menunggu balasan darinya hingga pada akhirnya Gerald membalas jabatan tangan dari Gavriel "selamat datang kembali di The Velgros gang"
Gavriel terkekeh melihat ekspresi malas dari Gerald "jaket lo, gue balikin" Gavriel menyerahkan jaket Velgros ke Gerald.
Aslan membuang puntung rokoknya melirik Gerald yang masih memasang ekspresi tidak ikhlas "welcome back velgros shield"
"Ekspresi nya jangan gitu lah bang, kalau abang kayak gitu kita jadi nggak tega, ya kan rian" Brian hanya mengangguk menyutujui
"Woi, turun! nggak sopan kita semua pada berdiri lo malah duduk enteng" Cibir Brian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Two twilight (HIATUS)
Teen FictionDijadikan musuh oleh ayah sendiri itu bukanlah kemauan ataupun pilihan, itu adalah takdir, takdir yang tidak bisa seorangpun yang mengubahnya. Fayyana shazana adhiyaksa, gadis cantik yang sebentar lagi berusia 18 tahun. gadis pemberontak sekaligus...