Prita terlihat berlari di koridor rumah sakit. Setelah bertanya ruangan mana Leona dirawat, Prita dengan cepat mencari ruangan tersebut.
Saat menemukannya, gadis itu terlihat menghela nafas beberapa kali untuk mempersiapkan diri. Bagaimanapun, ada seseorang yang harusnya hindari tapi malah terpaksa harus bersamanya semalaman.
Ceklekkk
"yona, kamu harus makan, biar minum obat"
Gadis kecil dengan tangan diinfus itu duduk di kasur dengan wajah cemberut.
"nggak mau! Yona mau bunda! Bunda kemana?! Huaa..." perlahan Leona menangis.
Membuat cowok yang duduk di kursi samping ranjang terlihat kebingungan.
"hai, Leona" panggil Prita.
Kedua orang itu sontak menoleh ke arah prita yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapan mereka.
"kak tata?! Kak tata datang?!" wajah sedih Leona langsung sirna saat melihat gadis cantik dengan kaos kebesaran berwarna putih polos juga celana jeans itu.
Leon yang langsung sadar diri langsung menjauh ke arah sofa yang tidak jauh dari ranjang.
Prita mendekat dan duduk di kursi yang tadi di tempati Leon.
"tentu aja aku dateng, biar yona nggak kesepian"
Leona terlihat senang, gadis kecil itu bertepuk tangan pelan hingga melupakan infus nya yang masih menempel.
"yona senang kak Tata datang, abang jadi nggak berguna lagi sekarang" ucap Leona polos.
Leon terlihat menatap sinis Leona dan berdecih pelan. Sedangkan, prita terlihat tertawa.
"jadi, kalo yona udah senang kak tata datang. Sekarang, yona makan ya? Habis itu minum obat dan tidur"
"katanya kak Tata mau beliin kue ulang tahun buat yona"
Prita terlihat tertawa kecil,
"memangnya kamu ulang tahun?"
"hm...sedikit lagi sih hehe"
"yaudah, kak Tata janji akan beliin asalkan yona mau nurut apa kata kak Tata"
Leon yang mendengar itu menggeleng pelan.
"bundanya jualan segala macam kue, dia tetep minta beliin ke orang"
Ternyata gumaman cowok itu terdengar oleh dua gadis, Prita dan Leona langsung menatap leon dan menyipit sinis.
"abang pergi aja deh, ganggu! Leona mau berduaan aja sama kak Tata"
"nggak boleh berduaan, dasar bocil" jawab Leon.
"udah, abang pergi aja sana! Yona mau buah anggur, cepet beliin sana!"
Leon menghela nafas sebentar. Benar, adiknya sedang sakit, tidak sakit saja sudah nyebelin, awas saja, ia akan membalasnya setelah bocah licik itu sudah sembuh nanti.
Leon akhirnya memakai jaket abunya dan pergi keluar.
Prita mengambil mangkok berisi bubur ke arah Leona.
"jadi, sekarang ayo makan"
***
Leon kembali setelah setengah jam di luar, menutup pintu kamar rawat Leona.
Langkahnya berhenti saat melihat adiknya sudah tertidur pulas, lalu matanya mengarah ke arah Prita yang mengamati wajah Leona sambil menggenggam tangannya.
Leon menaruh plastik yang berisi beberapa anggur dan satu plastik lagi yang berlogo supermarket.
"kalo lo laper, lo bisa ambil ini" ucap Leon.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair
Roman pour AdolescentsChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...