11_permintaan_

47 19 43
                                    

Bel istirahat sudah berbunyi sejak tadi, dan sebagian murid kls 12A telah keluar untuk mengisi perut mereka masing-masing, dan sebagian masih sibuk menulis materi yang telah ditulis oleh pak didit, guru fisika.

Liam memiringkan kepalanya tidak mengerti "Lo kenapa nulis na?" tanya liam binggung.

"Katanya mau belajar" ujar aurora menyauti.

Liam mengerutkan keningnya tidak mengerti "hah?"

"Vania punya perjanjian sama fayyana" kata aurora memberitahu "perjanjian apa?"

Aurora menghela nafasnya "nanti gue kasih tau, sebelum itu ayo ke-kantin gue laper" Ujarnya

"Na, lo nggak ke kantin?" Liam melirik fayyana heran ketika fayyana masih terlihat sibuk menulis materi yang masih terpampang jelas di papan tulis.

"Nggak, lo duluan aja, nanti gue nyusul" Ujarnya tanpa menoleh.

"Seriusan"

Fayyana mendesah berat melirik liam tajam "iya, lia...... " liam menyerah ia berdiri menghampiri aurora yang menunggunya di depan pintu. "Nick!" Panggil liam namun nick tak kunjung menoleh apalagi menyahut.

"Udah biarin aja" ujar aurora lalu berjalan lebih dulu di susul oleh liam yang menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sial, ni orang ngga punya sosial media apa gimana?" Gumanya, menatap layar ponselnya dengan alis yang mengerut.

Mendengar gumanan dari nick fayyana menoleh dengan rasa penasaran yang tinggi, ia penasaran siapa yang di maksud oleh nick "emang lo nyari akun siapa?" Tanya fayyana.

"Bukan urusan lo, lo belajar aja yang benar" Ucapnya tanpa menoleh.

Gerald menutup buku-bukunya yang berserakan di meja lalu memasukkanya ke dalam mejanya. Ia berdiri sambil membawa beberapa lembar kertas informasi.

"Na... aku bawa permen kamu mau ngga?" tanya Nathan dengan wajah sumringah nya.

"Ini enak loh, kamu mau ngga?" tanya nya lagi tapi tak kunjung mendapat jawaban dari anna yang terlihat sibuk membaca buku pelajaran yang sangat tebal.

"Than, udah." gerald menepuk bahu Nathan membuat pria itu menoleh "dia pakek headset" ujar gerald.

"dia pakek headset karna ngga mau bicara sama siapapun al, bukan karna lagi dengerin music" ujarnya. nick yang sejak tadi menatap layar ponselnya menoleh ke depan menatap punggung anna dengan tatapan yang tak bisa di baca.

Gerald terkekeh kecil "Owh iya, lo ngga keruangan music hari ini?"

"Ngga" jawabnya membuat gerald mengangguk

"Besok sore ada acara camping di hutan selatan, lo mau ikut?" tanyanya.

"Kalau bisa, tolong usahain lo ikut biar ada yang nyanyi di acara api unggun" ucapnya.

Nathan menoleh ke arah anna lalu menatap gerald seolah-olah bertanya apakah anna akan ikut atau tidak. Karna ia adalah murid pindahan jadi ia tidak begitu tahu tentang anna yang suka ikut kegiatan camping atau tidak.

Gerald menghela nafasnya lalu menggeleng, membuat Nathan ikut menghela nafas gusar. tapi, walaupun gerald tau anna tidak akan ikut ia tetap menaruh kertas informasi itu di meja anna.

Gerald melirik ke arah fayyana yang masih terlihat sibuk dengan buku dan alat tulisnya, ia menghela nafas sejenak lalu keluar dari kelas sambil memeggang kertas informasi di tangan kanannya.

****

"Kita ikut apa nggak?" tanya ergino melihat gerald yang menempel  kertas informasi di papan informasi amorfati.

Two twilight  (HIATUS) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang