Gerimis perlahan-lahan jatuh ke bumi. Atmosfer yang terasa dingin, berubah menjadi sebuah kebekuan. Renjun yang datang ke tempat ini dengan niat hati untuk berbicara, justru mendatangkan hal yang buruk.Renjun merintih sakit saat Jeno dengan sengaja menekan perutnya kasar. Tubuh mungil kecilnya seakan tak berdaya di dalam kukungan tubuh Jeno yang lebih besar. Tenaganya jelas tidak sebanding dengan pria itu. Beberapa kali ia meronta, justru semakin kurang ajar tangan pria itu menggerayangi tubuhnya.
"Brengsek!" Renjun masih mencoba untuk terus menerus melawan tangan Jeno yang menyentuh tubuhnya. Nafasnya memburu dan dadanya sakit saat tangan-tangan itu melecehkannya.
"Kau orang terbrengsek yang aku kenal!" Suara Renjun bergetar ketakutan begitu serak, Renjun memukul berkali-kali dada bidang Jeno. "Kenapa aku harus bertemu dengan iblis sepertimu?"
Jeno semakin gelap mata, tidak peduli dengan sorot mata Renjun yang ketakutan. Ada kesenangan tersendiri dalam dirinya saat melihat wajah ketakutan itu. Sedangkan tenaga Renjun di dalam kukungannya nyaris habis. Calon ibu itu mencoba berteriak memanggil siapa saja yang berada di luar ruangan ini, tapi tangan besar Jeno dengan cepat membekap mulutnya.
Air mata sudah menganak sungai bersama gulana yang memporak-porandakan lubuk hati saat tangan Jeno mulai masuk ke dalam kaosnya. Mantel yang membalut tubuhnya bahkan sudah dilepas oleh pria itu. Mata Renjun semakin memanas dan memerah merasakan telapak tangan yang menyentuh permukaan kulitnya secara langsung. Merambat perlahan dari perutnya lalu naik ke atas dadanya. Menyentuh bagian-bagian tubuhnya dengan lancang.
Renjun memejamkan kedua matanya, namun tak menghalangi air matanya yang masih terus mengalir deras. Renjun sudah tak sanggup melihat wajah Jeno yang nampak puas dengan perbuatan bejatnya. Dalam hatinya, Renjun terus meminta maaf pada Jaehyun karena apa yang akan terjadi padanya setelah ini mungkin membuat Jaehyun tak akan sudi lagi hanya untuk sekedar melihatnya.
Dalam kepalanya, Renjun terus bertanya-tanya, kenapa ia harus mengalami hal buruk lagi yang lebih parah dari sebelum-belumnya? Kenapa ia harus mengalami hal buruk karena memperjuangkan hidupnya? Terlebih karena memperjuangkan cinta yang mati-matian ditaruhkan segenap hati. Renjun tidak mengerti.
Tubuhnya melemas dan mau seberusaha apa pun Renjun memberontak, semuanya terasa percuma. Berkali-kali dalam kepala kecilnya, pikiran buruk sudah menguasainya. Terlanjur kusut dan keruh. Renjun sudah tak bisa lagi untuk berpikir jernih saat tubuhnya disentuh lebih dalam.
Namun, sebelum semua hal itu terjadi, pintu ruangan privat itu dibuka oleh seseorang. Jaehyun datang dengan tergesa, terlihat dari rambutnya yang sedikit berantakan dan napasnya yang terengah-engah. Sorot matanya memandang terkejut Renjun yang berada di dalam kukungan tubuh besar Jeno.
Dahi Jaehyun langsung menukik tajam begitu menyadari apa yang terjadi di ruangan ini, tanpa pikir panjang ia langsung menghampiri Jeno dan mendorong tubuh pria itu. Lantas Jaehyun raih kerah baju itu dengan kasar.
"APA YANG KAU LAKUKAN?" teriaknya. Manik mata Jaehyun memerah, gemetar penuh akan amarah.
"Seperti yang kau lihat, aku bahkan belum menelanjanginya."
Buagh!
Jaehyun langsung melayangkan tinjunya pada rahang Jeno hingga nyaris terjerembap. Dan selanjutnya, mereka saling membalas dengan membabi buta tanpa menyadari bahwa ada Renjun yang mematung melihat mereka.
Syok yang dirasakannya sampai membuat Renjun tak mampu hanya untuk sekedar mengeluarkan suaranya. Dada yang sesak tak mampu untuk menahan air mata yang terus mengalir. Degup jantungnya terasa nyaris meledak dan tarikan napasnya mulai naik lagi satu tingkat lebih berat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us | JaeRen✔️
FanficBerawal dari kejadian di sebuah pesta, masalah mulai datang perlahan ke dalam hidupnya. Setiap Renjun berada dalam masalah itu, ia tanpa sengaja akan selalu bertemu dengan Jaehyun, penolongnya. Start : 25/04/23 Finish : 11/02/24 RANK #1 JAEREN 23/12...