[END S1] & [REVISI]
"Untuk apa merencanakan masa yang akan datang? Kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya. Aku hanya ingin mengikuti alur hidup, tanpa merencanakan sesuatu" -Jimin
"Mari membuat rencana untuk masa depan, kali ini bersama dirik...
"Jadi, ada apa? Apa ada hal yang ingin kau sampaikan?" Tanya Yoongi memecah keheningan.
"Ya, ada. Ini tentang kita."
"Tentang kita? Kau ingin membicarakan tentang-" Belum selesai Yoongi berbicara Jimin meletakkan jari telunjuknya di depan mulut Yoongi.
"Ya tentang itu. Kurasa kita harus memperjelasnya sekarang."
"Tentu saja. Jadi bagaimana?"
"Aku....."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari baru dengan kejadian yang sama, seperti itulah pikiran Jimin saat melihat ke bawah tanah yang dimana ada dua singa yang sedang bertarung. Ya, mungkin ada yang sedikit berbeda dengan kejadian hari ini, kalau kemarin dia sendirian sekarang dia bersama soulmate-nya. Tunggu dulu, soulmate? Ya, kalian semua tidak salah baca.
Pagi ini semuanya berjalan dengan lancar, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi dan juga para bayangan sialan itu sudah tidak muncul lagi selama dua hari terakhir ini. Lalu pada saat siang hari, Seokjin menugaskan Jimin untuk ke hutan Barat untuk mencari beberapa tanaman herbal dan buah-buahan ditemani dengan soulmatenya. Namun, nasib sial mengatakan bahwa harus ada singa yang bertarung di tengah-tengah kegiatan mereka. Awalnya suara geraman kedua singa itu jauh, jadi Jimin pikir mereka tidak akan datang kepadanya, tapi... ya, perkiraannya 100% salah.
Diatas pohon, disitulah Jimin berada sekarang lalu disampingnya ada orang dengan wajah ketakutan dan antusias, entah apa yang membuatnya antusias.
"Deja vu" Gumam Jimin sambil melihat ke arah singa yang sedang berduel.
Setelah beberapa saat, akhirnya kedua singa itu pergi tanpa ada yang mati. Jimin dan soulmatenya turun dari pohon lalu duduk di bawa pohon rindang itu.
"Tiba-tiba banget. Kenapa tadi tidak pakai elemen saja ya?" Jimin yang mendengar gumaman itu membelakkan matanya, 'iya juga, kenapa tidak pakai elemennya saja? Bodoh sekali'
Pria itu bangkit dari duduknya lalu menghampiri Jimin yang masih berdiri bak patung itu.
"Jiminie? Kau baik-baik saja? Ada yang terluka?" Tanyanya sambil memutar-mutar tubuh Jimin dan memeriksanya dari atas sampai bawah.
"Aku tidak apa-apa, Yoon." Balas Jimin malas. Sementara itu, Yoongi masih memutar-mutarkan tubuhnya.
"YOONGI! AKU PUSING, SIAL!" Yoongi terkejut karena bentakkan Jimin lalu berhenti dan meminta maaf.
"Ayo kembali, buka portalnya." Menurut, Yoongi membuka portal yang langsung menuju ke dapur.
***
Jimin tidak mengerti sama sekali, mengapa dia selalu terkena sial didesa ini? Apakah dia membuat kesalahan sehingga penunggu desa ini selalu memberinya nasib sial?