20

1.5K 136 3
                                    


Kini semuanya kembali berkumpul di dalam tenda Wu erbai. Tenda itu di buat seperti ruang rapat yang terdapat meja panjang dengan banyak kursi di setiap sisinya. Dan Wu erbai duduk di kursi utama di ujung meja. Di samping kirinya ada Wu xie yang duduk berdampingan dengan Zhang Qiling kemudian Pangzi duduk di samping Zhang Qiling,di sebelah kanan Wu erbai duduk Wu shanxing dan Er jing sedangkan selebihnya  menempati kursi yang tersisa.

Wu xie menghela nafas panjang,matanya menatap kosong ke depan setelah mendengar semua penjelasan dari Wu erbai tentang hilang nya kedua orang tua nya. Zhang Qiling mengusap punggung tangan Wu xie yang tergeletak di atas meja.

" Wu xie,aku minta maaf karena telah menyembunyikan hal ini dari mu sekian lama,tapi percayalah aku dan paman keduamu melakukan ini semua juga demi kebaikan mu. Kondisi kesehatan mu yang tidak baik selama beberapa tahun ini membuat kami berfikir ulang untuk mengatakan nya padamu. " Jelas Wu shanxing. Raut menyesal tercetak jelas di wajahnya.

" Selain itu,kami juga harus menjaga baik2 rahasia yang ditinggalkan oleh kedua orang tua mu. " Sambung Wu erbai membuat Wu xie menatap nya.

Kemudian Wu erbai mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan memberikan nya pada Wu xie yang menerima gulungan kertas itu dengan tangan sedikit gemetar.

" Itu adalah petunjuk yang di berikan ayah mu beberapa saat sebelum ia dan ibumu di nyatakan menghilang. Karena  setelah nya aku sama sekali tidak bisa menghubungi kedua orang tua mu lagi. Hingga beberapa waktu kemudian aku mendapatkan berita bahwa rombongan yang membawa kedua orang tuamu waktu itu menghilang. " jelas Wu erbai.

Wu xie membuka ikatan dari gulungan kertas itu,namun karena tangan nya yang gemetar membuat nya sedikit kesulitan. Zhang Qiling yang sangat peka segera membantu membukakan tali nya lalu melebarkan kertas itu di atas meja. Yang ternyata adalah sebuah peta. Semua nya ikut melihat ke arah peta itu.

" Sebuah peta ?? " Tanya Pangzi.

Wu erbai mengangguk,Wu xie memperhatikan peta itu dengan seksama.

" Ini peta makam kaisar feng " ucapnya pelan setelah beberapa saat.

Semuanya menatap Wu xie.

" Tapi jika dilihat dari rute nya,makam ini bukan lah makam yang kita masuki kemarin. " Kata Wu xie lagi.

" Eih,..apa maksudmu ?? " Tanya Pangzi bingung.

" Aku ingat betul bagaimana rute makam kaisar feng yang kemarin kita masuki. Dan rute yang ada di dalam peta ini sangat berbeda. " Jelas Wu xie. " Benar kan Xiao ge ?? " Tanyanya menatap Zhang Qiling.

Yang lain ikut menatap Zhang Qiling,sedangkan yang di tatap hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban. Wu xie kembali melihat peta itu dengan teliti. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya saat rasa sakit mulai terasa pada lukanya. Wu xie menarik nafas dalam ketika lukanya terasa semakin sakit,bahkan tanpa sadar tangan nya meremas pinggiran meja dengan erat membuat semuanya menatap khawatir padanya.

" Wu xie / naif / Xiao xie " seru Zhang Qiling,Pangzi,Wu erbai dan Wu shanxing secara bersamaan.

Wu xie menggelengkan kepalanya pelan,...
" Aku tidak apa2. " Ucapnya setelah membuka mata.

" Sudah aku duga itu yang akan kau katakan,memang nya kami semua buta heh ?? Sudah lah,kita lanjutkan pembahasan ini nanti,lihat wajah mu sudah seperti mayat hidup kau tau. " Omel Pangzi.

Wu xie terkekeh pelan,tapi tak bisa ia pungkiri bahwa dia merasa tidak memiliki tenaga lagi. Tangan kirinya bahkan sudah terasa kebas,kepalanya pusing dan pandangan nya mulai berkunang. Bahkan ia sudah bersandar sepenuhnya pada Zhang Qiling yang semakin khawatir.

⚔️ LOVE YOU MORE ⚔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang