90. Beach with You

4 0 0
                                    

Seperti bumi yang tidak berhenti berputar,
Seperti halnya siang dan malam bergantian menunjukan,
Biarkan Hatiku...mencintaimu tanpa batas,
Setidaknya...hingga kisah kita selalu membekas.

-Prita Kanahaya-

***

Gadis berdress biru muda dengan cardigan wool berwarna putih itu bersenandung pelan sambil memasukkan nasi putih di kedua tempat bekal yang berwarna kuning.

Setelah itu ia menaruh lauk ayam kecap dan tumis brokoli ke dalamnya. Prita tersenyum sambil memasukkan tempat bekal itu ke dalam totebag berwarna coklat.

Tingg

Suara notif ponsel membuat Prita menoleh dan mengambilnya dari atas meja.

Leon Altair
Gue udah di depan, mau gue jemput ke depan rumah?

Prita kahanaya
Nggak perlu, ini gue berangkat kesana

Prita memasukkan ponsel ke dalam tas selempang berbahan rajut cream. Memakai sendal talinya yang berwarna coklat kulit, Prita dengan cepat menutup dan mengunci pintu rumahnya.

Gadis itu berjalan cepat menelusuri jalan kecil. Sesekali menyapa tetangga yang sedang duduk di depan teras rumah mereka.

Senyuman Prita kali ini mengalahkan matahari terbit yang cerah di pagi hari.

Prita melambaikan tangannya saat melihat Leon yang berdiri dan bersandar di pintu mobil.

Saat menyadari, mereka terdiam. Leon menunduk melihat pakaiannya sendiri, kaos putih dan kemeja putih yang dibiarkan tidak dikancing dengan celana jeans.

"lihat? Sampe banget kan telepati kita?" ledek Prita.

"kita ke rumah gue dulu, mau ganti baju"

"Leon!" kesal Prita,

"bercanda"

Prita kembali menerbitkan senyumannya, gadis itu berlari kecil dan menutup pintu kemudi saat Leon hendak membukanya.

"kali ini, biar gue yang nyetir" kata Prita dengan semangat.

"nggak!" tolak Leon mentah-mentah.

"Leon please...gue janji nyetirnya pelan-pelan..ya?"

Leon memutar bola matanya malas,

"kalau lo ngantuk, walaupun sedikit aja, langsung bilang ke gue"

"siap!"

Prita dengan semangat meletakkan totebagnya ke kursi belakang dan duduk di kursi kemudi.

Sebelum menyalahkan mobilnya, Prita memakai kacamata hitam di hidung mancung dan kecilnya.

"kita berangkat!!"

Leon hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Cowok itu membulatkan matanya saat Prita coba-coba mengebut.

"Prita" peringatnya.

Sedangkan gadis yang tengah mengemudi itu meringis,

"maaf, lupa hehe"

Leon kembali menatap jendela di sampingnya. Sekitar tiga puluh menit, mereka hanya mendengarkan suara musik dari ponsel Prita, sesekali mendengar cewek itu bersenandung pelan.

Matanya kini memberat, entah kenapa ia ingin tidur sekarang.

"yon, Leona beneran nggak mau ikut? Padahal lebih seru kalo kita bertiga"

Aku dan AltairTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang