91. Our Secret

8 1 1
                                    

Setelah membawa kedua orang tuaku,
Membuat Aku menjadi sebatang kara,
Hidup dengan penuh sengsara,
Apakah...Aku tetap tidak layak untuk sekedar mendapatkan cinta?

-Prita Kanahaya-

***

Prita melebarkan senyumannya saat Leon mengarahkan lensa kamera yang dibawa cowok itu.

Prita menahan rambutnya yang tertiup angin pantai.

"udah, sekarang gantian, lo yang gue fotoin"

Leon melihat hasil jepretannya tadi,

"nggak usah"

"Leon!"

"nggak usah ta, gue nggak suka difoto"

Prita cemberut, lalu mendapati ide di kepalanya. Gadis itu mengambil ponsel di tas selempang kecilnya.

"yaudah, berarti kita foto bareng"

"hah?"

Tapi Prita sudah mendekatkan diri ke arah Leon, berjinjit dan tersenyum lebar ke arah layar ponselnya.

"gue belum siap, ta" protes Leon.

"yaudah lagi"

Kali ini mereka benar-benar siap, Leon sedikit menunduk karena menyejajarkan kepalanya. Pipi mereka bersentuhan, Leon tersenyum kaku.

"senyumnya yang bener tirex" protes Prita.

Leon memutar bola mata malas, namun cowok itu melakukannya. Tersenyum sebisanya,

"ih bagus, gue upload ya?"

"terserah"

Prita dengan senangnya mengontak atik layar ponselnya.

"ta, ayo pulang. Udah mulai mendung"

Prita menatap langit, benar saja. Awan kelabu berada di atas mereka, prita sontak memeluk dirinya sendiri karena angin lebih kencang daripada tadi, ditambah sedikit cardigannya yang lembab karena bermain air tadi membuatnya semakin dingin.

"iya, ayo pulang"

***

"nggak mau nyetir lagi?" tanya Leon yang melihat Prita membuka pintu mobil penumpang bagian depan.

Prita menggeleng,

"lo aja, gue mulai ngantuk"

Leon hanya mengangguk, setelah duduk cowok itu membuka kemejanya yang sedikit basah dan menyisakan kaos putih.

Cowok itu menoleh ke arah Prita, melihat cardigan itu sedikit menyisakan noda pasir dan sedikit basah.

"ta, gue ada kaos putih satu lagi, lo mau?"

Prita perlahan mengangguk, Leon mengambil kaos nya di bagasi mobil dan menyerahkannya.

Cowok itu memalingkan wajah sebentar saat Prita membuka cardigannya dan memakai kaos di luar dress birunya yang memiliki tali di bahunya.

"Leon, AC nya jangan dinyalahin"

Leon akhirnya menoleh,

"lo sakit?"

Prita menggeleng pelan,

"cuma dingin sedikit, nanti juga nggak"

Leon akhirnya mengangguk, menyalakan mobilnya dan bergegas pergi.

Selama perjalanan, Prita mengunyah keripik kentangnya agar melawan kantuk.

"katanya ngantuk, kenapa nggak tidur?"

Aku dan AltairTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang