"tidak mungkin" karina mengacak rambutnya memikirkan sesuatu yang semoga saja bukan apa yang dia pikirkan nya saat ini
"semoga apa yang aku pikirkan itu salah, tapi aku juga harus memastikan nya agar aku tenang" ucap karina dalam hati
=======
ini ce...
di sisi lain, Jeno tengah berlatih rehearsal untuk konser tur terakhir NCT dream, beberapa jam kemudian semua member NCT dream beristirahat sejenak di backstage
Jeno mengambil handphone nya di tas, saat melihat handphone nya ia mengerutkan keningnya "Jimin? ada apa dia meneleponku beberapa kali" batin Jeno
Jeno kembali nelepon Karina, namun tidak di angkat. Hati Jeno kini mulai gelisah, dia memikirkan Karina, Jeno takut terjadi sesuatu pada Karina dan Junho
Mark yang melihat Jeno gelisah itu pun mendekati Jeno lalu merangkulnya "kau kenapa?" tanya Mark
Jeno menoleh ke arah Mark "dia menelpon ku berkali-kali hyeong" jawab Jeno
Mark mengerutkan keningnya "siapa?"
"Karina"
"mwo? ada apa dia menelpon mu"
Jeno menggeleng "aku tidak tahu, teleponnya tidak terangkat, saat aku telepon balik, handphonenya tidak aktif"
Mark menepuk pundak Jeno untuk menenangkannya "kau tenang dulu, coba kau telepon kembali nanti"
"aku tidak bisa tenang hyeong, aku takut terjadi sesuatu pada Karina dan anak ku"
tidak lama, dari arah pintu Jaemin memanggil Mark dan Jeno untuk kembali berlatih, mereka pun pergi meninggalkan backstage menuju panggung, Mark merangkul Jeno yang masih terlihat gelisah
"tenangkan dirimu Lee Jeno, aku yakin Karina dan Junho baik baik saja". Jeno mengangguk pasrah
.
beberapa jam kemudian mereka semua menyelesaikan rehearsal mereka, kini mereka kembali ke backstage. Selepas berganti pakaian, Jeno merebahkan tubuhnya di sofa
ia membuka handphone yang sedari tadi belum di buka, Jeno melihat notif di handphone nya, ia mengerutkan keningnya heran "nomor siapa ini?" tanya nya dalam hati, Jeno pun membuka pesan itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeno terus melihat foto bayi itu dengan seksama, Jeno memegang dadanya, hatinya terasa sesak melihat bayi yang ada di inkubator itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.