Fayyana menghela nafas panjang menatap bangunan minimalis di depannya, entah kenapa ia merasa sangat gugup untuk menemui, nayla-mamanya gerald.
Sesuai dengan perkataannya, gerald membuktikan perkataan nya bahwa ia akan membawa fayyana untuk bertemu dengan mamanya.
Sepertinya apa yang di katakan fayyana benar bahwa gerald sudah mulai menyukai dirinya, lihat saja bahkan gerald serius untuk mengajaknya bertemu dengan orangtuanya😁
Gerald meraih tangan fayyana lalu menggenggamnya erat "jangan gugup, ada gua" katanya mengulas senyum agar fayyana tidak tegang.
Fayyana ikut tersenyum "iya, selagi ada lo gue ngga takut" katanya.
"Ayo" gerald memegang tangan fayyana memasuki perkarangan rumahnya. Fayyana mengedarkan pandanganya, rumah gerald benar-benar terlihat sangat nyaman.
"Maa, aku pulang!" katanya membuka pintu dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih setia menggenggam tangan fayyana.
"Ya, sayang, sebentar, mama lagi di dapur!" teriak nayla halus dari arah dapur membuat fayyana mengedarkan pandangan mencari sosok nayla.
Bukanya menemukan nayla fayyana malah melihat sosok anak kecil yang tengah duduk di sofa sambil membaca buku tentang jenis-jenis ikan dan isi-isi lautan.
"Adek gue" kata gerald memberitahu.
"Gue ngga suka anak kecil" Ucap fayyana tanpa ragu tak berpikir apa yang akan gerald katakan padanya.
Gerald terkekeh "penampakannya aja kayak anak kecil, tapi faktanya, dia lebih dewasa dari lo" Ucapnya melirik ke arah adiknya yang tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.
"Shaka" Panggil gerald. bocah berusia 10 tahun itu menoleh dengan buku yang masih berada di kedua tanganya "kenapa?" Tanya shakala
"Ada tamu" Ujar gerald melirik fayyana.
Shakala mengalihkan pandangan ke arah fayyana lalu tersenyum "selamat datang" kata bocah laki-laki itu terdengar sangat ramah.
"Dia ngga suka anak kecil ka"
Fayyana merapatkan bibirnya lalu menghela nafas "ngga papa" ucap shakala lalu menutup bukunya.
"Jadi, jangan bersikap kayak anak kecil, oke?"
"Hm, baiklah" ucap shakala hormat ke arah kakaknya.
"Ngga usah merasa terganggu, aku ngga bakal gangguin kakak kok" ujar shakala tersenyum lalu berdiri sambil memeluk bukunya.
"Mau kemana?" tanya gerald.
"Ke kamar"
"Ngapain?" gerald mengerutkan keningnya.
"Abang bilang dia ngga suka anak kecil, jadi shakala ke kamar aja biar dia ngga ngarasa ngga nyaman" ujarnya sangat peka melebihi orang dewasa.
Gerald tersenyum simpul lalu melirik fayyana seolah mengatakan 'benarkan'.
"Permisi.. " ucap shakala mulai berjalan menjauh.
"Shaka" panggil fayyana membuat shakala menoleh "iya?" shakala mengangkat sebalah alisnya.
"Kamu ngga perlu ke kamar, kakak sedikit suka anak kecil kok" ucap fayyana di akhiri dengan senyuman.
"Bener?"
Fayyana mengangguk "iya" jawabnya.
"Oke deh, makasih" ucap shakala tersenyum.
"Hai, kamu udah datang" Nayla berjalan menghampiri fayyana lalu memeluknya "kamu cantik banget" Nayla melepaskan pelukannya lalu tersenyum ke arah fayyana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Two twilight (HIATUS)
Teen FictionDijadikan musuh oleh ayah sendiri itu bukanlah kemauan ataupun pilihan, itu adalah takdir, takdir yang tidak bisa seorangpun yang mengubahnya. Fayyana shazana adhiyaksa, gadis cantik yang sebentar lagi berusia 18 tahun. gadis pemberontak sekaligus...