Leon mempercepat laju motornya, syukurlah jalanan sudah sangat sepi karena waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Cowok itu akhirnya sampai di depan rumah Prita. Menatap kaget pintu rumah cewek itu yang terbuka lebar.
"ta?"
Tidak ada jawaban.
Leon masuk ke dalam kamar Prita, lantai kamar itu begitu berserakan kertas.
"Prita, jawab gue!"
Leon berkeliling di dalam rumah Prita. Namun nihil, cewek itu bak di telan bumi.
Leon mengusap rambutnya kasar, berdecak pelan.
Suara dering di ponselnya membuat cowok itu tersadar.
"halo leon? Kamu dimana? Bunda ke kamar kamu ternyata kamu nggak ada, bunda juga denger suara motor kamu tadi"
Leon tidak menjawab,
"jawab leon, kamu dimana? Bunda khawatir!"
"Prita bun"
"Prita kenapa?"
"Prita...Prita hilang. Sepertinya ini ulah mantan suami bunda"
Di sebrang telfon kali ini terdiam,
"Leon...harus gimana?" lirih leon.
"kamu tenang Leon, bunda akan cari cara biar kita temuin prita ya?"
"iya bunda"
"yaudah, bunda mau telfon temen bunda buat minta bantuan, nanti bunda hubungi kamu lagi"
Tutt...
Leon memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana jeansnya.
Cowok itu menatap kertas di lantai, dan membacanya.
"jadi...ini alasannya?" gumam Leon.
Ting...
Suara notif pesan membuat Leon membuka kembali ponselnya. Ternyata bunda mengirimkan sebuah alamat.
"halo Leon? Kamu udah terima kan pesannya? Cukup jauh dari pusat kota ternyata, bunda akan telfon polisi jadi kamu tung—"
"maaf bunda"
"maksud kamu apa? Bunda akan ikut jadi kamu bisa—"
"Leon pergi duluan, nanti bunda nyusul"
"Leon! Kamu jangan bersikap ceroboh, Devano itu orang yang berbahaya meskipun kamu anaknya!"
"tapi Bunda, Prita sendirian"
"Leon kamu—"
"maafin Leon, bunda"
Tutt...
Leon memasukkan kembali ponselnya, menghela nafas pelan dan berjalan keluar rumah Prita tidak lupa menutup pintunya.
"ternyata...Ayah gue lebih nyusahin daripada lo ya ta?" gumam Leon.
***
Prita meringis saat merasakan kepalanya seperti berputar. Matanya menyipit saat perlahan terbuka dan melihat sekitarnya, begitu gelap.
"sial" ucapnya dalam hati.
Mulutnya dilem dengan lakban abu dan tangannya diikat. Cewek itu tergeletak di atas lantai yang hanya berlapis semen begitu berdebu.
"jadi...ini rasanya diculik?" ucapnya lagi dalam hati.
Prita tersenyum kecut,
"tapi, gue berharap nggak boleh ada yang nyelametin gue"

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair
Teen FictionChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...