10

47 7 0
                                    

"AAARGHHH"

"CHANGBIN SIALANNNNNNN!!!"

Felix mengguling-gulingkan badannya di atas ranjang, melempar bantal ke segala arah, memukul gulingnya keras-keras. Wajah Felix memerah, rambutnya acak-acakan, pikirannya tak karuan.

"No way-"

Felix masih tak percaya Changbin melakukan hal itu yang Felix tidak ingin sebutkan. Felix tidak tahu lagi kemana jalan pikir Changbin, "Emang dia punya otak?"



Wolfchan

Lo berantem lagi ya?
Sama Changbin

Hm

U good?

I'm freaking bad

Lino barusan bilang
butuh player kayak Changbin
buat join di team

Kenapa harus dia

Turnamen ga lama lagi

Cari orang laen

Lino sama gua udah
obrolin ini tadi

Gua juga bilang ke Lino
klo hubungan lo sama
Changbin ga sebaik itu

Terus?

Terpaksa, ga ada waktu,
Lix

Lo aja yg urus, gua minta
tolong

Okay, but sorry Lix. Tapi
gua pengen lo berdua
profesional. Bedain keadaan.

Okay?

Hm

Thanks, bro.





____________________






Di ruang training e-sport, Felix datang terlambat ke pertemuan. Changbin khawatir melihat Felix yang lebih berantakan dari biasanya. Changbin takut Felix membencinya, bukan sebagai musuh lagi, namun benar-benar membencinya.

"You late, Felix"

"My bad, at least gua nemuin orang yang bisa gantiin Jeno"

Coach memulai rapat menjelang turnamen lusa. Ticketing menuju Indonesia sudah diatur.

Felix terpaksa duduk bersama Changbin selama perjalanan nantinya. Dengusan Felix tidak merubah hasil, begitu pula dengan kamar double bed di hotel nanti.



"Bisa switch partner hotel ga?" Felix melakukan negosiasi, Changbin sudah menduganya.



"Tolong profesional, gua denger dari Bangchan gimana hubungan lo berdua. Tapi orang yang ga butuh coach cuma elo, Lix. Dan lo juga yang bisa ngajarin Changbin" Felix memutar bola matanya malas mendengar jawaban coach.

Start and Play [Changlix] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang