2. Hujan (2) 🔞

6.3K 145 5
                                    

Pagi ini hujan kembali turun, Gita menatap rintik air hujan yang turun dari jendela kamarnya. Hawa dingin menerpa kulitnya. Ia menggosokkan kedua tangannya untuk menghangatkan diri. Yah, meskipun dingin Gita tetap menyukai hujan di pagi hari.

Suara dengkuran halus terdengar di telinganya. Gita mengalihkan pandangannya ke arah seorang gadis yang sedang meringkuk di dalam selimut. Seorang gadis yang telah mengisi separuh dari jiwanya. Ya, gadis itu Muthe, adiknya. Muthe tertidur dengan sangat lelap.

"Entah kenapa, sangat menenangkan melihat wajah tidur Muthe seperti ini..."

Gita tersenyum sambil terus memandangi Muthe. Sesekali jarinya menoel-noel pipi Muthe, membuatnya menggeliat sedikit.

Sifat iseng Gita membuatnya memikirkan sebuah ide untuk menjahili adiknya itu. Tangannya menyusup ke dalam selimut Muthe dan mulai bergerilya ke seluruh tubuh Muthe yang tanpa busana itu.

"Eunghhh....."

Muthe mulai mendesah dalam tidurnya. Nafasnya mulai tak beraturan. Melihat hal itu, Gita semakin gencar melakukan aksinya. Tangannya meremas payudara Muthe dengan lembut. Sesekali ia memilin-milin puting Muthe yang sudah mengeras.

"Ugghhhhh... Anhhhh~~"

Muthe melenguh cukup keras saat Gita mencubit puting susunya. Tak lama setelah itu, ia membuka matanya dan melihat Gita yang sedang tersenyum ke arahnya dengan tangan yang bermain di payudara miliknya.

"K-kak G-gitaaahhhh~"

"Selamat pagi, sayang. Tidur nyenyak?"

"Iyaahhhh.... T-tadinya akuhhh~ tidur nyenyak, t-tapihhhh ughhh...."

Muthe menjeda ucapannya karena tak kuasa menikmati aksi Gita.

"Tapi apa?" Gita tersenyum menggoda sambil terus memainkan buah dada Muthe.

"Ugghhhh.... Anhhhhhh~ Kak gitaaahhh ahhh.... Jangan iseng deh."

"Berhentiihh~ Iniiihhhh.. masih pagiihhhh tauughhh.. Aahhh~"

Tanpa mempedulikan desahan-desahan Muthe, Gita menyingkap separuh selimut yang Muthe kenakan. Bagian atas tubuh Muthe terekspos. Gita dengan cepat melahap sebelah payudara Muthe. Ia menciumi dan menghisap hisap benda kenyal tersebut. Lidahnya bermain-main dengan pucuk payudara itu. Muthe kelojotan menikmati aksi lidah Gita di puting susunya. Ia meraih kepala, meremasnya lalu mendorongnya agar Gita melakukan hal yang lebih.

"Aahhhhhh... Kak Gitahhh. E-enak bangeethhhh ughh...."

Tangan kanan Gita masih asik bermain di payudara kiri Muthe, sedangkan tangan kirinya saat ini sedang merayap kebawah, mengelus perut Muthe. Terus kebawah, sampai pada akhirnya tangan itu berhenti tepat di daerah kewanitaan Muthe.

Tubuh Muthe sedikit menegang ketika jari tangan Gita dengan perlahan mengelus Vagina miliknya.

"Kak Gitahh~ Emmhhh~"

Muthe menggigit bibir bawahnya mencoba menahan desahan kenikmatan miliknya. Matanya terpejam begitu erat dan kepalanya mendongak ke atas. Rangsangan yang Gita berikan pada kedua payudara dan Vaginanya benar-benar membuatnya terbang melayang.

"Ahhhhhhnnn~~"

Desahan keras berhasil lolos dari mulut Muthe ketika dua jari Gita merangsek masuk ke dalam Vagina miliknya. Gita yang melihat itu menghentikan hisapannya pada payudara Muthe. Ia lalu membungkam mulut Muthe dengan mulutnya.

"Mmppsshhh... Eunghhhhh~"

Ciuman Gita turun ke arah leher jenjang milik Muthe. Sedangkan di bawah sana, tangannya tengah asik keluar masuk di Vagina Adiknya.

Muthe menggeliat tak karuan, tangannya meremas-remas kepala Gita. Melihat Muthe seperti itu, Gita dengan iseng menghentikan aksinya. Alhasil ia lang mendapatkan tatapan kesal dari adiknya.

"Kenapa berhenti?"

"Hm? Bukannya tadi kamu ngga mau?"

"Ihhh, Kak Gitaaaaaa... Stop iseng deh."

Gita terkekeh melihat tingkah Muthe tersebut. Ia lalu memundurkan tubuhnya sedikit. Kedua tangannya memegang paha Muthe lalu melebarkannya. Terpampang jelas di hadapannya Vagina indah milik Muthe yang bersih mulus tanpa ada bulu yang mengganggu.

"Ihhh, jangan dilihatin. Malu tau."

"Kayak baru sekali aja, pake malu segala."

Setelah berkata seperti itu, Gita membuka lebar bibir Vagina Muthe dengan kedua Ibu jarinya. Lidahnya kini terjulur keluar lalu segera menjilati Vagina adiknya itu.

"Ahhnnn~"

Muthe mengadahkan kepalanya, matanya terpejam. Ada rasa geli bercampur nikmat yang ia rasakan di Vagina miliknya. Itu membuatnya bergelinjang kesana kemari.

Gita terus menjilati Vagina miliknya tanpa henti. Tubuhnya tiba-tiba menegang saat Gita menyedot Vaginanya. Ia mengalami kejang-kejang dibarengi rasa nikmat di seluruh tubuhnya. Tak kuasa menahan, cairan miliknya telah tumpah. Muthe mengalami orgasme pertamanya.

"Ahnn~ Kak Gitaahh~"

"Aahhhkuhhh~ keluaarrhhhhh~

Gita menghisap cairan Orgasme milik adiknya. Ia kemudian bangkit dan mengusap mulutnya. Lalu ia tersenyum menatap Muthe yang sedang kelelahan.

Gita merangsek ke atas dan mengecup bibir Muthe sebentar. Kemudian ia berbisik di telinga adiknya.

"Gimana? Enak?" Muthe mengangguk mendengar pertanyaan itu. Nafasnya masih memburu.

"Lanjut?"

Muthe mengangguk, hal itu membuat Gita tersenyum. Ia kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya dan melanjutkan aksinya di dalam sana.

Ah, bolehkah ia meminta agar besok hujan kembali?

End.

Hehehe, seru ngga? Wkwkw

© MgldnMn

Forbidden Stain 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang