Daren ✨

60 6 0
                                    

Sedikit cerita tentang Daren ♥️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedikit cerita tentang Daren ♥

____

Seharusnya tadi aku menyapa, kenapa malah diam-diam kayak gini membuntutinya seperti penguntit. Bersembunyi dibalik pohon. Pura-pura jadi pelanggan mang rujak. Sok ngobrol sama orang yang berpapasan denganku di jalan padahal kenalpun tidak. 

"Makasih ya, makasih banyak..." ucapku berulang kali pada orang tersebut, karena ia masih mau mendengarkan saat aku mengajaknya bicara walau terlihat raut bingung terpampang jelas di air mukanya. Seperti ingin mengatakan "kamu siapa?"

Daren sudah berlalu setelah beberapa kali ia menoleh ke belakang, pertanda bahwa ia mulai curiga. 

Dia luar biasa. Aku mencintainya sudah lama. Sejak kami sama-sama pindah menjadi murid baru ke sekolah Andromeda. Sekolah Negeri impian para anak-anak di Jakarta. Tapi jangan tanyakan biayanya yang mahal, jual dua ginjal tambah satu hati aja kayaknya nggak cukup. Apalagi buat aku yang hidupnya pas-pasan. 

Daren pun sama, dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Bedanya, dia pekerja keras sedangkan aku tukang mager. Dia suka cari uang dan aku suka belajar. Sebab itu aku mengandalkan beasiswaku dan Daren mengandalkan ototnya untuk bekerja part time serta bantuan dari orang tuanya. 

Hidup Daren tuh seru banget. Indah banget. Ia punya keluarga cemara dan memiliki satu adek perempuan yang begitu cerewet tapi penyayang. 

Aku terus menatap punggungnya yang gagah. Daren memiliki tinggi 181 cm dengan berat badan 70 kilogram. Ukuran sepatunya 285 mm. Punya hobi mendengarkan musik. Golongan darah O. Suka nonton vlog masak-masak. Dan memiliki cita-cita sebagai ahli bedah. 

Aku tau semua tentang Daren. Termasuk es krim favoritnya yaitu es krim rasa coklat. Aku hapal tentang Daren seperti suka pada mata pelajaran. Sampai masa lalunya pun akan kujabanin mencari tahunya dalam satu malam. 

Pandanganku turun pada sepatu usang warna hitam yang tengah ia pakai. Dia masih bertahan sama sepatu butut itu. Hampir tidak berbentuk. Tapaknya pun sudah terkoyak-koyak. Kalau hujan datang otomatis kaki Daren pun pasti ikut basah. 

Sekali lagi aku bersembunyi dibalik pintu pagar sekolah saat melihat seorang siswi mendekati Daren. Cewek itu bernama Faatin. Salah satu siswi terpopuler Andromeda. Ia selalu di puja-puji laki-laki karena kecantikannya. Dia sedikit sombong, dengan latar belakang ayahnya merupakan seorang donatur setia di sekolah ini. Tidak terbayang seberapa kaya keluarganya. 

Akhir-akhir ini Faatin suka sekali mendekati Daren. Entah itu dibuatin bekal. Diajak pulang bareng dengan mobil ayahnya. Bahkan nggak tanggung-tanggung dia kasih uang jajan dengan nominal yang nggak masuk akal. Tentu saja Daren menolak, semiskin-miskinnya dia, nggak bakalan nerima pemberian dari cewek kayak Faatin. 

Lagian aku juga curiga, kenapa cewek itu tiba-tiba deketin Daren nggak ada angin nggak ada hujan? Padahal dia sempat dijuluki dewi yang tidak bisa dijamah oleh tangan manusia-manusia jelata.

Ruang Tanpa Terang (Jeongwoo's Version) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang