Siapa yang datang?

7.7K 344 26
                                    

ゑ⎛⎝ ﷽ ⎠⎞ゑ

Happy Reading

*

*
*

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Gus Zhafi dan Khanza kini sudah sama-sama masuk ke dalam rumah setelah beberapa saat ada di taman belakang.

Sebenarnya, pikiran Gus Zhafi kini tengah campur aduk setelah mendengar ucapan demi ucapan yang dilontarkan sang istri kepadanya. Tapi, ia berusaha menepis semua pikiran buruk yang kini tengah bergulat di dalam benaknya.

Khanza kini tengah bersiap-siap untuk membersihkan diri. Gus Zhafi yang melihat itupun langsung bangkit dari duduknya, menghampiri sang istri.

Khanza mengerutkan keningnya tatkala melihat Gus Zhafi yang sudah menyambar handuk. Bukannya tadi ia sudah mengatakan pada suaminya itu, bahwa, dirinya yang akan mandi terlebih dahulu?

"Mas, kamu mau mandi sekarang?" Tanya Khanza yang melihat suaminya sudah menenggerkan handuk di pundaknya.

Gus Zhafi mengganggukkan kepalanya. "Iya,"

"Loh, bukannya aku sudah bilang ya sama kamu tadi, kalau aku yang mau mandi duluan?"

"Sekalian aja. Mandinya bareng,"

Dengan cepat Khanza langsung menggelengkan kepalanya. "Enggak Mas," tolak Khanza secepat mungkin.

Gus Zhafi mengernyitkan dahinya bingung, "Kenapa? Biar lebih mempercepat waktu saja,"

Khanza kembali menggelengkan kepalanya, "Bukan mempercepat waktu, yang ada nanti malah tambah lama."

"Pokoknya mandinya gantian Mas, aku sudah yakin kalau kita mandinya bareng, nanti kamu gak cukup kalau cuma sekedar mandi doang," sambungnya.

Gus Zhafi terkekeh kecil mendengar perkataan istrinya. Ternyata, apa yang sudah menjadi kebiasaannya terekam sempurna di dalam benak sang istri.

"Mas. Kali ini aja, aku mohon pengertiannya, kita mandinya gantian ya. Aku benar-benar lelah hari ini," ujar Khanza memohon.

Gus Zhafi tidak tega melihat wajah istrinya yang tengah memelas, akhirnya pun langsung mengganggukkan kepalanya. "Ya sudah, sana kamu mandi duluan."

Khanza tersenyum girang ketika sang suami tidak memaksanya untuk mandi berdua. Ia langsung mendekatkan dirinya pada sang suami, lalu ia sedikit berjinjit, dan tanpa aba-aba, ia langsung mengecup pipi suaminya.

"Makasih ya Mas, kamu sudah pengertian sama aku. Aku jadi tambah sayang deh," goda Khanza.

Gus Zhafi masih diam mematung di tempatnya. Ia tak menyangka dengan perlakuan istrinya yang terjadi secara tiba-tiba. Entah kenapa? Perlakuan Khanza tadi, mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Bersamamu hingga ke syurga (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang