Nurut sama suami

7K 326 8
                                    

ゑ⎛⎝ ﷽ ⎠⎞ゑ

Happy Reading

*
*
*

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Gus Zhafi dan Khanza kini kembali berkeliling setelah beberapa saat duduk di taman tadi. Hingga tiba-tiba perut Khanza terdengar keroncongan.

Gus Zhafi menahan senyumnya tatkala mendengar perut istrinya yang berbunyi. Sementara Khanza sendiri hanya tersenyum kikuk mendapati perutnya yang keroncongan, padahal tadi pagi ia sudah makan di rumahnya.

"Kamu lapar?"

"Hehe, kayaknya iya deh Mas, padahal tadi aku udah makan," ujar Khanza terkekeh.

"Gak papa. Mau makan di dhalem?"

Khanza menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Enggak Mas. Aku mau makan di kantin aja, nanti kesannya, aku ke dhalem cuma buat makan doang,"

Gus Zhafi memganggukkan kepalanya. "Ya udah, ayo ke kantin." ajak Gus Zhafi pada istrinya.

Gus Zhafi dan Khanza langsung melangkahkan kakinya menuju kantin.

Sesampainya di kantin. Khanza dan gus Zhfi langsung mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah tersedia. Penjaga kantin yang melihat kehadiran gus Zhafi dan Khanza, langsung menghampirinya.

"Assalamualaikum, Gus, Ning," salam ibu-ibu penjaga kantin itu.

"Bu, istri saya mau makan, boleh minta buku menunya?" Tanya Gus Zhafi.

Ibu-ibu itu langsung menganggukkan kepalanya. "Bisa, Gus. Biar saya ambilkan dulu," ucap ibu-ibu itu yang dibalas anggukan oleh Gus Zhafi.

Sebenarnya, di kantin ini tidak ada yang namanya buku menu untuk pelanggan, semua santriwati biasanya memesan langsung ke ibu-ibu itu, tapi karena yang jadi pelanggan kali ini adalah Gus dan Ning pemilik pondok pesantren ini, penjaga kantin itu langsung bergegas mengambil buku menu yang hanya ada satu.

"Assalamualikum Gus, Ning, ini buku menunya," ucap ibu itu seraya menyodorkan buku menu.

Khanza mengambil buku menu itu, "Terima kasih Bu," ujar Khanza dan Gus Zhafi bersama'an.

"Sama-sama. Kalau begitu saya pamit dulu, assalamualaikum," pamitnya undur diri.

"Wa'alaikumsalam warohmatuallahi wabarkatuh."

Suara begitu riuh terdengar dari luar. Mungkin semua santriwati sudah berbondong-bondong ke kantin untuk mengisi perutnya yang masih kosong.

Santriwati yang pertama masuk ke kantin itu langsung tertegun tatkala melihat ada Gus Zhafi yang sedang bersama istrinya.

Bersamamu hingga ke syurga (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang