FOLLOW DULU SEBELUM BACA !!!
⚠️IDE ITU SANGAT MAHAL!⚠️
⚠️DILARANG PLAGIAT!!!⚠️
"Nak, apakah engkau bersedia jika Abi menikahkanmu dengan putra kami ini?" ujar Kiai Fatih serius sambil menatap Khanza sekilas.
DEGH!
'Ya Allah apakah ini episode sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Semenjak ada yang meneror di rumahnya kemarin. Gus Zhafi sama sekali tidak keluar dari rumah. Ia tetap setia menemani istrinya karena takut kejadian kemarin terjadi lagi.
Sebenarnya, Khanza sudah menyuruh suaminya untuk pergi ke pesantren agar mengontrol madrasah, tapi sang suami tetap pada pendiriannya untuk tetap menemaninya di sini.
"Mas, kamu ke pesantren aja, aku gak papa kok," ujar Khanza terus membujuk suaminya.
"Aku gak akan ngebiarin kamu di sini sendirian," Gus Zhafi tetap menolak.
Khanza sudah menyerah. Ia sudah bingung dengan cara apalagi untuk membujuk sang suami agar mau ke pesantren.
"Ya udah, terserah kamu saja lah Mas," ucap Khanza pada akhirnya.
Khanza langsung kembali ke dalam kamar. Sementara Gus Zhafi masih tetap berada di tempatnya seraya mengutak atik ponselnya.
Drtt!
Gus Zhafi lagsung menekan tombol hijaunya tatkala melihat siapa yang menelponnya.
"Assalamualaikum Gus," salam seseorang dari seberang.