07. Cukup, aku ingin pergi

2.3K 249 21
                                    

Claire terduduk di rerumputan, tentunya bersama kedua ular kesayangannya. Lagi-lagi ia keluar dari istana untuk berjalan-jalan mengusir kebosanan. Jayden bersama keenam petinggi iblis lainnya sedang berdiskusi. Entah apa yang akan mereka rencanakan, yang pasti bukan rencana yang baik. Jika berhasil, akan ada keburukan terjadi. Anna berharap rencana ke tujuh iblis itu tidak akan pernah berhasil.

"Ada apa? Kenapa kalian bersembunyi di pundakku?"

Claire bertanya pada dua ular yang sedari tadi sibuk bermain, tiba-tiba saja suda naik ke pundaknya. Bahkan mereka berdua sudah menyembunyikan kedua kepala ke dalam rambut panjang Claire yang terurai bebas. Mata wanita itu terbelalak karena dihadapannya terdapat ular yang sangat besar.

Nafas Claire terasa sesak, merasakan lilitan pada tubuhnya. Dia merasakan tubuhnya berusaha diremukkan oleh ular besar di hadapannya. Kepala ular itu menghadap langsung di depan wajah Claire. Berubah menjadi setengah tubuh wanita dengan rambut yang panjang. Namun lidahnya tetap menjulur layaknya ular.

"Pengantin Lucifer? Selemah ini?"

Tubuh Claire benar-benar terasa akan hancur sebentar lagi. Ekor panjang itu terus membelit tubuhnya. Bukan salahnya jika ia lemah. Semua juga tahu makhluk luar dunia bawah akan menjadi lemah di dunia gelap ini. Darah segar mulai keluar dari mulut serta hidung Claire.

Detik itu pula, ular yang membelitnya terpelanting jauh. Claire tidak sadarkan diri saking lemahnya. Ular besar tadi merintih kesakitan. Ternyata Jayden datang untung menyelamatkan Claire. Pria itu menendang ular setengah manusia itu dengan kasar. Sorot matanya penuh dengan kemarahan menatap ular tersebut.

Wanita setengah ular itu memegangi lehernya yang terasa dicekik dengan kuat. "Lucifer, lepaskan!"

Pria itu baru melepaskan leher wanita tersebut. Beralih menatap wanita setengah ular yang sekarang sudah berubah wujud menjadi layaknya manusia. Tanpa diduga, wanita tersebut malah mendekati Jayden lalu mengelus dada bidang milik iblis tersebut.

"Singkirkan tanganmu, Susan."

"Kenapa kau menjadi pemarah, eh? Kukira hubungan kita istimewa, ternyata kau malah membawa wanita yang lemah ke sini. Aku merasa marah, Luci."

Susan, bangsawan iblis yang berwujud ular itu menatap Jayden dengan tatapan kecewa. Tentu saja, sudah sedari dulu ia mengejar Jayden. Iblis tertinggi di Neraka, juga iblis paling rupawan karena dia dahulu malaikat kesayangan Tuhan. Susan selalu berpikir bahwa ialah yang pantas menjadi pendamping dari Lucifer. Kendati iblis itu tak pernah melirik semua makhluk perempuan di alam ini. Iblis itu merasa dirinya terlalu sempurna untuk menjadi pasangan wanita manapun. Tak ayal dia hanya menyukai dirinya sendiri ketimbang membagi perasaan pada makhluk lain.

"Marah?" Jayden tertawa hambar. "Apa hakmu untuk marah? Aku raja di sini. Aku bebas melakukan semua hal yang kumau."

"Bukankah aku pasangan yang sebanding denganmu? Bahkan aku cocok menjadi ibu bagi dua ular kecil itu, kita sama-sama ular. Bukan wanita lemah itu! Bahkan untuk berjalan saja dia tidak bisa. Apa kau yakin ingin menyerahkan kedua ular kesayanganmu kepadanya? Aku selalu menunggumu, jika kau berubah pikiran."

Jayden tersenyum sinis, menaikkan sebelah sudut bibirnya. "Jangan bermimpi—"

Jayden menggeram marah, tidak mampu menyelesaikan kalimatnya. Iblis wanita di depannya berubah wujud menjadi Claire. Dengan ekspresi menggoda, telanjang bulat di depan Jayden. Wanita itu memainkan ujung rambutnya.

"Aku bisa menjadi wanita itu, Tuan Jayden  Killian Stuart. Bahkan lebih baik lagi. Kau tidak perlu memaksa lagi. Karena aku dengan senang hati akan selalu melayanimu." Godanya pada Jayden. Tak lupa memberikan sentuhan terakhir dengan mengedipkan sebelah matanya.

Black Clouds [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang