‼️WARNING!‼️
• 21+
•100000% FIKSII!!!
• Gender Bender
• BxG
• Mature Content!
• Skip saja bagi yang tidak sukaSabtu itu, seusai sekolah selesai langsung kulanjutkan untuk mengikuti rapat pengurus OSIS. Satu jam berlalu, akhirnya rapat OSIS selesai juga.
Seusai rapat, aku bergegas menuju kelas sebelah. Aku masuk ke kelas itu dan mendapati seorang gadis yang duduk di salah satu kursi sambil memainkan jarinya di meja. Kuhampiri gadis tersebut.
"Muthe."
"Eh, Kak Gita. Udah selesai rapatnya."
Cup.
Kukecup sekilas pipi nya yang putih itu.
"Udah kok. Sorry ya bikin kamu nunggu lama."
"Gapapa kok kak, nungguin pacar sendiri mah ngga masalah hehehe."
"Ihh bisa aja gombalnya mumuchang."
"Nanti malem jadi ngajakin aku jalan kan kak?"
"Jadi dong. Nanti aku jemput. Yaudah ayo pulang."
Aku merangkul tubuh Muthe dan berjalan untuk pulang sambil mengelus-elus rambutnya. Muthe dengan nyaman menyenderkan kepalanya di bahuku.
.
.
.Malam ini seperti yang dijanjikan, aku pergi jalan-jalan dengan Muthe. Seharusnya hari ini adalah hari dimana aku mengajari Muthe sedikit kedewasaan. Mengingat usianya yang sudah lewat 17 tahun beberapa hari yang lalu.
Sengaja, selama berpacaran dengannya, aku selalu menahan diri dan tidak pernah macam-macam. Paling jauh, aku cuma mencium pipinya saja. Dan malam ini seharusnya aku akan menuntaskan hasratku sedikit, kalau saja tidak ada orang ketiga yang ikut untuk merusak rencanaku.
Saat ini kami berada di bioskop, dengan Muthe duduk di samping kiriku, aku di tengah, dan orang ketiga yang aku maksud tadi ada di samping kananku. Namanya Shani, kakak sulung dari Muthe. Dia orang yang cantik dengan rambut hitam panjangnya yang bergelombang.
Parasnya sungguh cantik. Berbeda dengan Muthe yang parasnya lucu dan imut, paras Ci Shani lebih ke arah elegan dan cantik. Wajahnya sangat manis dan menawan. Apalagi lesung pipinya semakin membuatnya terlihat menggoda.
Jengkel rasanya mengingat situasi malam ini. Rencana berduaan sama pacar, malah harus ditemani oleh kakaknya. Sebenarnya aku sangat malas kencan model seperti ini, tetapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku membatalkannya karena Muthe terlihat sangat antusias sekali.
Ditengah rasa jengkel itu, kulirikkan mataku ke arah Ci Shani. Dia kelihatan sangat fokus sekali dengan filmnya.
Sebuah kesempatan, pikirku.
Kugerakkan tanganku ke arah tangan Muthe dan mengelus-elusnya. Muthe menoleh ke arahku, aku tersenyum menanggapinya. Dia lalu kembali fokus ke film nya. Aku kembali melirik ke arah Ci Shani.
Hmmm... Sepertinya masih aman.
Setelah itu, aku menggerakkan tanganku merayap ke arah paha Muthe. Tinggal satu centi tanganku dapat mengelus paha mulus itu, tiba-tiba sebuah rasa sakit terasa di pahaku.
Aduuhh.
Aku menoleh dan mendapati Ci Shani sedang mencubit pahaku dengan keras dan menatapku dengan tajam.
Sialan, pake ketahuan segala.
Setelah kejadian itu, sepanjang film berlangsung aku tidak bisa melakukan apa-apa. Ci Shani selalu mengawasi gerak gerik ku dengan ketat. Aku hanya bisa pasrah menahan hasratku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Stain 🔞
RomanceKumpulan short story tentang Gita x other Member (kebanyakan muthe sih) dan juga kisah terlarang mereka. [Disclaimer!!!!] •🔞🔞🔞 •Cerita ini 100000% FIKSI!!! •GxG •Futa •Gender Bender/BxG •Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, latar, typo, dll. ...