๑ :: 11TH HUNGER GAMES

26 2 0
                                    

➥@ Demelga Karkaroff

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

➥@ Demelga Karkaroff

➥#{11TH HUNGER GAMES}

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
#[][][][][][][][][][][]#
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

_Diadakan satu tahun setelah prekuelnya dan enam puluh tiga tahun sebelum dimulainya trilogi._

"_Mags Flanagan!_" Mikrofon berdengung setelah nama perempuan tersebut di ucapkan. Ia mencengkram kuat ujung baju nya, berjalan melewati orang-orang di sana, menaiki tangga panggung sebelum nama kedua di panggil, "_Terrence Calderon!_" Suara melengking datang dari mikrofon. Sepertinya Mags akan mati dalam beberapa minggu, menjadi pesimis bukan selalu sifatnya, namun disaat seperti ini sepertinya tak apa. Mags berdiri di samping penyiar, disusul oleh Terrence yang bahkan tak ia kenal. Setelah beberapa basa-basi yang dibuat penyiar, mereka berdua di giring masuk. Mags melirik ke Terrence Calderon itu, penasaran melihay reaksinya. Mags mengernyit, ada yang aneh, apakah Terrence Calderon itu terlihat bahagia? Dia terlihat menahan tawa. Mereka awalnya menuju ruang tunggu namun kereta datang lebih cepat, dipaksa masuk kereta dan mereka hanya pasrah.

Ditinggalkan di sebuah gerbong berdua. Kereta mulai bergerak, decitan-decitan roda dan rel kereta api samar samar terdengar dari luar. Mags duduk di sebuah sofa panjang dan berdebu, ada beberapa bagian kain sobek, menaikkan kakinya disana, bersandar- berniat untuk tidur siang saja, hampir menutup mata sebelum laki laki yang memegang botol alkohol itu membuat Mags membuka kelopak matanya lagi, “Eh.. hei?” Terrence tersenyum, berusaha terlihat ramah, “Minum?” Tanya Terrence. Oh ya, Mags hampir melupakan eksistensi Terrence Calderon itu. “Tidak.” Jawab Mags. Terrence bertanya lagi, “Eh.. siapa namamu?” Mags yakin Terrence mendengar namanya dengan sangat jelas saat sedang di distrik tadi, tapi lagipula Mags memilih untuk menjawab, “Mags, Flanagan.” Ia membalas. Kau tahu? Mungkin Terrence hanya ingin berbincang. “Oh aku Terrence Calderon, bisa Terrence, Terry, Cally, Rens, dan- lainnya. Banyak sekali perubahan karena Hunger Games tahun lalu, aku belum mendengar tentang bagaimana Lucy Gray-” Mags menyela Terrence, “Kau tahu kapital menyuruh semua orang untuk tutup mulut dan melupakan Hunger Games ke- 10 kan? Dan mereka mungkin mendengarkan pembicaraan kita disini.” setelah mengeluarkan kata-kata panjang lebar tersebut Mags kembali mencoba untuk tidur. Terrence menghela nafas, “Seharusnya mereka menyuruh kita menutup mulut dan melupakannya dengan memberi imbalan sembako setidaknya? Mereka tidak melakukan apapun dan malah membunuh yang membantah.” Pendapat Terrence cukup masuk akal, distrik mereka- distrik 4 menderita kelaparan sekarang. Tentu hal lain mereka masih mampu lakukan, tidak seburuk distrik ke- 12. Mags hanya mengangguk mendengar pernyataan Terrence dan kembali menutup matanya, beristirahat.

Mags bangun malam hari, mendengar suara cicitan tikus dan beberapa orang kaget dengan itu. Kereta melambat karena hari sudah malam, Karena itulah ia bisa mendengar samar-samar dari gerbong lain. Perkiraan Mags kereta ini akan tiba besok pagi dini hari. Dia memperhatikan bahwa Terrence meringkuk di sofa sebelah Mags, “Oh, hai? Apa kau bangun karena lapar? Aku juga. Sayangnya mereka belum membagikan makanan.. kapan ya? Mereka lupa?” Tanya Terrence. Mags menatap Terrence sejenak sebelum berkata, “Aku tak lapar, sebelum semua orang dikumpulkan tadi aku menghabiskan setengah dari daging ayam. Dan Terry, kurasa mereka tak pernah akan memberi makanan.” Mata Terrence meredup, dia seperti kehilangan sebagian optimistis nya, “Ya.. bagus lah kalau begitu, kau sudah makan.” Terrence menghela nafas, menatap langit langit gerbong.

૮ SURVIVE ﻌ Proyek აTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang