"HA?!"
Anak buah Katara hanya diam menunduk sembari mengatur napas.
"Dimana dia sekarang?" tanya Katara.
"Di kediaman lama Aoki Zaibatsu...."
"Untuk apa dia kesana??" gumam Katara sembari memakai jaketnya yang sebelumnya ia lepas.
"Ayo kita susul Keitaro.... Sei kau tunggu disini ya, nanti aku akan meminta salah satu maid dirumah ini untuk menunjukkan kamarmu. Besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit agar Jiro secepatnya mendapatkan pengobatan." ucap Katara.
"Hai!! Arigatou Gozaimasu Katara-san....."
Katara dan anak buahnya langsung menuju ke kediaman Aoki Zaibatsu yang sudah terbengkalai bertahun-tahun itu. Dan benar saja, sesampainya disana ia melihat seorang pria berjas sedang berdiri memandang rumah itu sembari menyandarkan tubuhnya pada sisi kanan mobil.
"ANIKI!!" teriak Katara.
Keitaro menoleh.
"Oh?? Hai...." Keitaro tersenyum pada adiknya.
"Oy!! Untuk apa kau kemari?! Bagaimana dengan Otousan dan Okaasan kalau kau disini?!" Katara mulai mengomel.
"Pelan pelan Tara.... Kau ribut sekali...." Keitaro menyumpal telinga kirinya dengan telunjuk.
"Aniki, aku tidak bercanda!! Kenapa kau meninggalkan Otousan dan Okaasan?!"
"Justru mereka yg menyuruhku kemari...." jawab Keitaro santai.
"Hah?! Untuk apa??"
"Kau tidak tau betapa khawatirnya mereka saat mendengar kau ikut tawuran dengan sekolah-sekolah berandalan itu, hm??" Keitaro memasang wajah suram kepada adik satu satunya itu.
"Oh ayolah!! Lagipula aku baik baik saja...."
"Kau memang baik baik saja, tapi identitasmu sebagai putri Aoki Zaibatsu akan terbongkar kalau kau terus terusan ceroboh. Kau kira, orang orang tidak menaruh curiga padamu kalau kau terlalu mencolok seperti ini. Dan ini....." Keitaro mengangkat pergelangan tangan kiri Katara.
"Kenapa kau tidak menutupinya seperti yang ku katakan sebelumnya padamu??"
"Aku sudah menutupnya...."
"Buktinya apa??" Keitaro memotong ocehan Katara.
"Sorry...." ucap Katara akhirnya menyerah kalah.
"Jangan ulangi perbuatanmu ini, kalau kau masih ingin hidup damai disini." ucap Keitaro.
"Yasudah ayo pulang.... Untuk apa kau malah kesini??" ucap Katara berbalik menghadap motornya.
"Temani aku dulu....." ucap Keitaro mendahului Katara dan menaiki motor Katara dengan santainya.
"Mobilmu??"
"Tolong bawakan ya...." ucap Keitaro kepada anak buah Katara yang turut datang bersama Katara sebelumnya.
"Lagipula kau mau kemana??" tanya Katara kepada sang kakak sembari naik ke boncengan motornya.
"Berkeliling saja.... Aku ingin tau keadaan SWORD sekarang.... Ah rasanya aneh menyebut kota ini sebagai SWORD. Terakhir kali aku disini, kota ini masih diperebutkan Kuryu....." ucap Keitaro memakai helm adiknya.
Katara hanya diam tanpa menjawab pernyataan sang kakak. Karena memang kota kelahiran mereka ini sudah banyak berubah semenjak terakhir kali mereka disana.
Akhirnya Keitaro dan Katara memutuskan berkeliling di area SWORD terutama White Rascals, karena memang disitulah kediaman mereka. Lalu tiba-tiba Keitaro berbelok ke sebuah club di area hiburan White Rascals.

KAMU SEDANG MEMBACA
THE FAITH : HIGH AND LOW
ActionKatara Aoki, adalah seorang gadis muda yang terpaksa harus kembali ke Jepang, negara kelahirannya untuk mencari sahabat kecilnya. Namun ia malah harus terlibat pada permasalahan yang ada di kota kelahirannya yang disebut SWORD itu dalam pencarianny...