Cerita hanyalah karangan Penulis. Saya berusaha memberikan karya-karya yang baik.
🍭Story tentang couple Satzu, Mitzu, Jitzu atau salah satunya.
🍭Atau mungkin hanya sekedar POV saja.
"Lagi" gumam gadis yang langsung mematikan ponselnya. Ia baru saja menerima pesan yang selama ini menyakitinya. Foto-foto Mesra kekasihnya dengan wanita yang sama. Awalnya ia tak percaya dan membuang jauh firasat-firasat buruknya mengenai pria yang dicintainya. Namun, melihat begitu banyaknya bukti. Haruskah ia tetap memilih bertahan? lagi pula ia merasa beberapa tahun ini hubungan mereka semakin hambar. Tidak ada kepedulian dan perhatian kekasih terhadapnya lagi. Ia merasa kekasihnya itu telah berubah.
"Tidakkah kamu mencintaiku lagi?"
*******
*Mina POV
Setelah menyelesaikan semua tugas kantorku. Aku pun bergegas pulang ke Apartemenku. Hari ini sangat melelahkan, terlebih lagi hatiku. Sebenarnya setiap hari hatiku lelah. Hatiku selalu sakit dengan pria idiot itu. Mengapa aku harus mencintai dia terlalu dalam? mengapa aku harus menjalin hubungan dengannya? dan mengapa harus dia, dia dan dia?
Dia hanyalah pria yang membuatku tidak pasti padanya. Pria yang dengan lembut di depanku tapi dibelakangku ia mengkhianatiku. Aku memang tidak melihatnya langsung dengan mataku, tapi orang-orang yang disekitarku memberi banyak bukti itu. Dan yang paling kuat adalah foto-foto mesranya. Itu pun terbukti bukan hasil editan. Lagi pula aku merasa dia juga menjauh dariku. Dia tidak peduli dan perhatian lagi padaku. Dia berbeda. Dia tak sama dengan awal-awal berkencan. Akan sangat menyayangkan bila status ini kandas. Kami berkencan sudah lima tahun. Banyak memori indah yang dilalui bersama. Banyak hal baik juga yang ia lakukan untukku. Jika seandainya benar adanya ada orang ketiga, haruskah aku memaafkannya? Ti-tidak! Dia tidak mungkin melakukan itu kan? ta-tapi jika benar, "Apakah ia tidak mencintaiku lagi?"
******
*KEESOKAN HARINYA
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Tzuyu saat aku mengabaikannya. Ya, pagi-pagi sekali ia sudah datang ke Apartemenku. Ia ingin mengantarku ke kantor seperti yang biasa yang ia lakukan dulu. Aku menolaknya. Aneh? karena belakangan ini ia tidak lagi mengantarku.
"Tidak ada. Aku hanya ingin pergi sendiri" Kataku.
Aku hendak masuk ke mobilku tapi Tzuyu menahanku.
"Apakah kau sedang marah padaku?" Tanya Tzuyu yang menatapku seakan bertanya mengapa aku begini?
"Tidak" Jawabku.
"Benarkah?" Selidiknya.
"Ya" Kataku kesal.
"Baiklah, jika begitu berangkatlah. Berkendaralah dengan aman" Ucapnya sambil tersenyum.
Rasanya aku ingin sekali memukul Tzuyu. Ia sama sekali tidak peka terhadapku.
"Aku juga harus pergi ke kantor sekarang" Ujarnya sambil melihat arlojinya.
"Sampai jumpa, sayang" sambungnya dan mencium keningku.
******* Ting
Suara notifikasi pesan masuk dari ponselku. Aku membukanya.
📱Tzu😘
[Sayang, nanti kita makan siang bareng yah? aku akan menjemputmu. Tolong, jangan marah padaku]
[Sayang, tolong jangan berprasangka yang tidak-tidak yah? itu membuatku sangat sedih]
[Sayang, tolong jangan salah paham sikapku selama ini. Aku hanya mencintaimu. Tidak ada yang lain]
[Bye Sayang. Nanti kita ketemu yah🤗😘]
Aku tersenyum mendapatkan pesan darinya. Entah kenapa kepercayaan itu muncul kembali? Aku percaya padanya. Aku percaya akan cintanya.
[Iya, nanti jemput aku, kita makan siang bareng. Aku merindukanmu, Sayang 🤗😘] Balasku.
Aku tidak peduli hal-hal buruk yang selama ini memenuhi pikiranku. Aku hanya mencintainya dan masih merindukannya. Itu saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.