Bagaimana lika-liku kehidupan seorang gadis remaja yang harus menjadi seorang ibu saat masih duduk di bangku SMA.
Dan bagaimana pandangan dari orang disekitarnya saat melihat gadis SMA yang merawat bayi tanpa adanya ayah dari sang bayi?
Mohon maaf karena cerita ini belakangan sering terlambat diperbaharui. Semoga kalian masih berminat untuk melanjutkan membaca fiksi sederhana ini.
Aku juga tidak pernah menyangka kalian masih bersedia mengikuti akun ini, bahkan aku tidak sadar akun ini akhirnya memiliki 1.02k followers.
Terima kasih banyak untuk para pembaca yang baik.
Apakah kalian siap melihat drama lain dalam kisah sederhana ini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat Membaca
-
Karena ingin memberi ruang ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu itu, Freen dan ibunya pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sehingga kini hanya tersisa Becky yang duduk di ruang tamu sederhana namun terasa begitu nyaman.
Becky memperhatikan bagaimana Reina tampak cukup nyaman berada dalam pangkuan sang ibu yang juga merupakan nenek dari bayi kecil yang kini sudah mulai merangkak dengan lincahnya ke sana dan ke sini. Gadis itu cukup heran melihat bagaimana Reina tampak begitu nyaman berada dalam pangkuan sang nenek. Karena selama ini, Reina tidak begitu mudah untuk dekat saat bersama orang asing.
"Aku cukup terkejut melihat Reina bisa langsung akrab dengan Ibu." Tanya Becky yang kini duduk di lantai menemani ibunya yang sedang asik bersama Reina.
Sang ibu hanya tersenyum sambil mengusap kepala cucunya, bahkan sesekali sang ibu juga mengecup dengan lembut kedua pipi cucu pertamanya.
"Sebenarnya ibu sudah beberapa kali datang ke rumah ini dan bertemu dengan Reina."
Ekspresi terkejut itu tergambar jelas di raut wajah Becky. Bagaimana tidak, selama 10 bulan dia merawat Reina. Ia tidak pernah sama sekali melihat ibunya berkunjung ke rumahnya.
Kebetulan macam apa yang bisa terjadi sehingga sang ibu mengaku sudah beberapa kali bertemu dengan putrinya. Dan terlebih lagi bagaimana bisa sang ibu berada di rumah kekasihnya?
Sembari tetap memangku cucunya, wanita paruh baya itu duduk bersimpuh di lantai sambil bersandar di sofa yang ada di ruangan itu. Dia mulai menceritakan bagaimana bisa dia mengenal keluarga Freen dan bagaimana dia bisa dekat dengan Reina.
"Dulu Pim pernah menyelamatkan nyawa ibu saat ibu seumuran kamu."
"Bagaimana maksud ibu?" Tanya Becky heran.
Gadis itu bingung, terkejut mengetahui sebuah fakta baru dimana ternyata ibunya dan ibu dari kekasihnya sudah saling mengenal begitu lama.