ERROR - CODE 010🔞

247 11 4
                                    

⚠️// nsfw part inside - switch Ju!top, Mil!bot

Some people come into our lives and leave footprints on our hearts. And we are never ever the same. 

"Jo...el?"

Juyeon membuka sabuk pengamannya, membuka pintu, lalu memeluk Minho dengan erat. "Li.....n...o". Minho yang dipeluk, memeluk erat Juyeon. "Joel, Joel... Kamu datang kembali Joel..." Minho terisak dibahu Juyeon. Juyeon yang mendengar isakan Minho, mengelus belakang kepalanya perlahan. "Joel.. aku takut. Aku sendiri disini. Aku kesepian. Aku... aku... aku kehilangan... dua orang.... kesayangan....ku... sekaligus...." Minho tersedu sedih. Juyeon mengangguk dan menenggelamkan kepalanya di bahu Minho. Changmin yang melihatnya, hanya tersenyum pilu. Sedikit menitikkan air mata, ia memfotokan keduanya berpelukan secara diam-diam.

---

"Kemana aja kamu selama iniii??" Juyeon berpikir dan mengetikkan sesuatu di hp Changmin, yang ia gunakan sebagai alat komunikasi sementara mereka dikarenakan ia belum lancar berbicara.

Aku.. tidak tahu. Saat aku bangun, aku sudah ada di ruangan serba putih.

Minho menganggukkan kepalanya mengerti. "Lalu... bagaimana bisa kamu mengingatku?" Juyeon berpikir lama, dan ia memegangi kepalanya perlahan. Terlihat sedikit ekspresi kesakitan. "Kamu gausah maksain untuk ingat, Joel.." tetapi juyeon tetaplah orang yang keras kepala. Ia berusaha mengetikkan sesuatu di hp Changmin.

Mismpikwiu tnentang kiiota... (Mimpiku tentang kita)

Minho mengangkat kepala. "Kita.... berdua, atau...." Juyeon menganggukkan kepala. "Kamu ingat kak Jaehyun?" Sekali lagi Juyeon menganggukkan kepalanya. Minho menghela nafas. "Ia... tidak mengingatmu sama sekali?" sedikit berpikir, namun Juyeon langsung menganggukkan kepalanya. "Maka dari itu, tidak ada perubahan perlakuan dari Hyunjae ke Juyeon." Minho menatap Juyeon. Ia melihat sedikit bekas samar di leher kakaknya itu. Ia juga melihat luka sobekan kecil di sudut bibir kakaknya. Ia menitikkan air mata melihat bekas tersebut. Perlahan, ia usap sudur bibir Juyeon. "Joel... Maafkan aku." Juyeon mengambil tangan Minho dan tersenyum. Ia menggelengkan kepala dan mengelus tangan Minho, seakan berbicara bahwa ia baik-baik saja sekarang. Juyeon menatap Changmin dan meminta handphonenya. Changmin yang mengerti, memberikan handphonenya kepada Juyeon.

Jangan panggil aku Joel disini. Aku sekarang Juyeon. Aku udah ga sama lagi. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa kamu ajak bermain setiap saat. Aku juga bukan sosok yang baik bagi kamu. Bukan sosok yang patut dijadikan contoh buat kamu. Bahkan, hidup aku benar-benar tinggal menghitung hari.

Minho yang membacanya kaget dan tidak percaya. "Meng... menghitung hari?" Juyeon menganggukkan kepala dan tersenyum. Minho menggelengkan kepala. "Kenapa... kenapa?..." Juyeon mengelus perlahan tangan Minho seakan berbicara bahwa ia akan baik-baik saja. Minho menitikkan air mata. Ia baru saja bertemu dengan kakaknya, tetapi ia harus menghadapi fakta bahwa hidup kakaknya... hanya sebentar....

Changmin yang menatap keduanya, hanya bisa tersenyum sendu. Sejujurnya ia juga tidak mengetahui alasan Juyeon mengungkapkan bahwa hidupnya sebentar lagi. Tetapi ia tidak ingin mencari tahu lebih lanjut. Ia hanya berharap, di sisa hidup Juyeon, ia bisa menemukan kebahagiaannya.

---

"JUYEON!"

Juyeon yang sedang tertidur, terbangun kaget mendengar teriakan dari Hyunjae. Ia melihat Hyunjae berdiri di depan kasurnya dan menarik tangan Juyeon dengan paksa. Juyeon yang belum sepenuhnya tersadar, langsung terjatuh disebelah kasurnya. Hyunjae yang setengah sadar -karena dibawah pengaruh alkohol, tetap menyeretnya keluar kamar dan menuju ke kolam renang. Ia membanting Juyeon ke sofa di pinggir kolam renang tersebut. Juyeon yang terkaget langsung mencoba untuk bangun, namun Hyunjae menahan dirinya. "Cih, siapa lu sampai semua orang bilang bahwa gue harus menjaga lu? LU YANG HARUSNYA MENJAGA GUE! DASAR ROBOT TAK BERGUNA!" Hyunjae menampar Juyeon dan menimbulkan cetakan di pipi Juyeon. Juyeon meneteskan air matanya, namun ia mencoba untuk tersenyum menatap Hyunjae. "Kenapa lu senyum-senyum? Senyuman lu sampah. Gue ga butuh senyuman lu." Hyunjae mencengkram dagu Juyeon erat dan mendekatkan wajahnya ke arah Juyeon.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 28, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ERROR - MilJuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang