Keegoisan membawa Lembah dunia pada kehancuran.
Menyisakan puing-puing dan memori yang membawamu ke neraka.
"Genieße deine Hölle."
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Akankah Luna memilih keajaiban untuk menghidupkan kembali Lembah dunia yang tela...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kekalahan sang ratu
"Menyerahlah Luna! kau tidak akan bisa mengalahkanku! " Bentak Adriaan kepada sang ratu.
The Lendorr castle telah terkepung hari ini. Semua rakyat tewas, para prajurit dan pengawal terluka, tidak ada kata bebas. Lembah dunia telah menjadi lautan api.
"Aku tidak akan membiarkan kerajaanku jatuh ditanganmu Adriaan! " Laluna tidak terima atas penyerangan yang dilakukan Neanderthale. Dia berusaha melawan dengan seluruh kekuatannya.
Para pasukan kerajaan Neanderthale membantai seluruh prajurit The Lendorr di bawah perintah Louis Adriaan, the Emperor. Serangan yang membabi buta dan mendadak mengalahkan pasukan The Lendorr yang kalah telak.
"Kau munafik Adriaan, Kau mengingkar janji dan peraturan. Dirimu tidak pantas menjadi pemimpin Nethilior..."
Peperangan yang terjadi karena perebutan pembagian wilayah kekuasaan di Nethilior island. Kerajaan Neanderthale yang egois, mereka menginginkan Nethilior sepenuhnya. Kemudian menyerang the Lendorr secara serempak, dan mengambil alih kekuasaan.
"Kaulah yang tidak pantas menjadi seorang ratu. Lembah dunia tidak membutuhkan orang lemah sepertimu! Kau lebih pantas menjadi santapan rusa sekarang." Ejek Adriaan dipenuhi dengan tawa.
"Raveonus bunuh dia sekarang!" Tegas Adriaan memerintah.
"Sebuah kehormatan jika saya yang akan mengakhirinya tuan.. " ucap Raveonus, the Archduke.
"Laluna Labelle! Ini adalah waktu terakhirmu untuk melihat Lembah dunia! Keraajanmu akan berakhir dibawah perintahku! Bulanmu tidak akan bersinar lagi, Luna!" Adriaan berteriak dengan lancang.
"Apakah ada ucapan terakhir sebelum kau mati..?" Tanyanya dipenuhi dengan seringaian.
"Adriaan.. Lembah dunia akan menghukummu atas apa yang telah kau perbuat.." Luna menentang perkataan Adriaan, dia masih mencoba bertahan.
"Terima kasih atas ucapan terakhirmu. Tapi Lembah dunia akan memberkatiku, Luna. Selamat menikmati Nerakamu." Adriaan berucap dengan penuh tawa.
Detik berikutnya.. Sebuah pedang melayang, menembus lapisan kulit dan tulang. Memisahkan kepala Laluna Labelle dengan badannya. Menyisakan kehancuran. Darah bercucuran, mengotori lantai suci kerajaannya, The Lendorr.
Semuanya telah berakhir.. Semuanya hancur. The Lendorr telah hancur, menyisakan puing-puing kerajaan yang rapuh. Laluna Labelle, the queen of The Lendorr telah mati. Meninggalkan tugasnya sebagai ratu di Nethilior island.
Membawa memorinya pergi ke Neraka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.