Hujan di Bukhan-san sudah mulai reda, dan jam menunjukkan pukul 4 pagi. Sepasang muda mudi masih tertidur dengan posisi berpelukan.
Disya yang mulai tersadar dari tidurnya itu pun, segera mengerjapkan matanya dia lihat kesekelilingnya. Dan dia teringat dengan apa yang terjadi kemarin malam dia mengalami hiportemia yang cukup parah dan laki-laki yang bersamanya kemarin meminta izin untuk melakukan skin to skin untuk meredakan hiportemianya setelah itu dia tak sadarkan diri.Dilihatnya ke arah sampingnya tertidur, ternyata laki-laki itu memeluknya dengan erat. Mereka berada didalam satu selimut, dan yang gila lagi mereka sama-sama bertelanjang dan hanya menggunakan pakaian dalam masing-masing. Ini gila batin Disya, dia tidak pernah melakukan hal seperti ini dengan pria manapun.
Dia tau laki-laki itu hanya ingin menolongnya, tapi bagaimana menghadapinya jika laki-laki itu terbangun. Disya kebingungan sekarang, disaat dia masih memikirkan segala kebingungannya suara laki-laki itu menyadarkannya.
"Hyung... Tunggu aku.... Kau sudah berjanji untuk membawaku pulang ke rumah" Laki-laki itu sepertinya bermimpi buruk, wajahnya seperti menahan kesakitan. Laki-laki itu juga memegang tangan kanannya seperti menahan sakitnya juga.
"Hyung... Maafkan aku.... Ini semua karenaku... Jika kau tidak menuruti keinginanku. Kau tidak akan seperti ini" Laki-laki itu semakin merancau, keringat dingin mulai membasahi wajahnya.
Disya tidak tega dengan rancauan laki-laki itu segera dia menenangkannya, dia tepuk tepuk punggung laki-laki itu untuk memberikan ketenangan. Dia sikap tangan kirinya yang memegang tangan kanannya, dia lihat ternyata ada bekas luka yang cukup dalam sepertinya. Dia bertanya tanya apakah rasanya sangat sakit?
Hingga dirinya menahannya.Disya mulai meniup bekas luka itu , sambil tangannya yang bebas dia gunakan untuk menepuk nepuk punggung Jaehyun.
"Sudah tuan ini bukan salahmu, ini sudah takdir Tuhan" Disya memberikan kata kata untuk menenangkan laki-laki itu.
Dengan setengah terbaring dia amati wajah laki-laki itu yang masih mengerutkan dahinya, matanya masih terpejam. Dia belai kepala laki-laki itu dengan lembut agar kerutan dahinya menghilang. Setelah beberapa saat laki-laki itu sudah mulai tenang sekali.
Disya bertanya tanya apa yang terjadi dengan laki-laki itu, kenapa dia seperti kesakitan sekali di dalam mimpinya. Dibalik sikap cuek dan dinginnya ternyata dia menyimpan kesakitan.
Disya tetap membelai wajah laki-laki itu cukup lama, dan tidak terasa hujan benar-benar sudah reda dan matahari mulai memunculkan kehadirannya dari arah Timur.
Sesekali dia juga meniup bekas luka ditangan kanannya, dia takut luka itu akan terasa sakit sehingga membuat laki-laki itu merintih lagi.Jaehyun mulai sadar dari tidurnya, matanya mulai mengerjap ngerjap dan hal pertama yang dilihatnya adalah wajah gadis yang sangat cantik yang sedang membelai kepalanya dirinya. Apakah ini mimpi?
Disya yang menyadari hal itu segera mendudukan badannya dari posisi setengah berbaringnya tanpa sadar selimut yang dipakai melorot menampakkan dirinya masih dalam kondisi telanjang dan hanya mengenakan pakaian dalam atas nya.
"Tuan maafkan a... aku, aku membelai wajahmu karena hanya ingin menenangkan dirimu, tadi kau bermimpi buruk. Dan mulai tenang saat aku melakukan hal itu. Tidak ada maksud lain" Disya sambil mengangkat tangan kanan dengan menunjukkan jari bertanda jika apa yang dibicarakan serius.
Jaehyun sedikit terkejut akan kata kata wanita itu, bahwa traumanya mulai mereda hanya karena belaian dan usapan dari wanita itu. Padahal setiap harinya ketika mimpi buruk menghampirinya, dia akan terbangun tenang hanya dengan mengkonsumsi obat-obatan penenang atau obat tidur.
Tiba tiba pandangan Jaehyun teralihkan oleh sesuatu, dia hanya bisa menelan salivanya, melihat pemandangan didepan nya. Disya yang melihat arah pandangan laki-laki itu pun segera mengikutinya, dan yang ia lihat dirinya dalam keadaan telanjang hanya menggunakan pakaian dalamnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Pengganti ~ Jaehyun_Dita
Fanfiction"Bangunlah yeobo jangan salahkan dirimu atas kepergianku, ini semua sudah kehendak Tuhan. Samahalnya Tuhan telah mengirimkanku kepadamu sebagai obat penenang trauma atas kepergian hyungmu, maka Tuhan jugalah yang mengirimkan Eonniku sebagi obat pen...