"Bangunlah yeobo jangan salahkan dirimu atas kepergianku, ini semua sudah kehendak Tuhan. Samahalnya Tuhan telah mengirimkanku kepadamu sebagai obat penenang trauma atas kepergian hyungmu, maka Tuhan jugalah yang mengirimkan Eonniku sebagi obat pen...
Mereka berdua sudah sampai di apartementnya, Dita masih berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. Dita teringat malam setelah acara resepsi pernikahan mereka saat suaminya itu menyeretnya ke kamar hotel.
Peristiwa itu terjadi lagi sekarang, tapi hari ini Jaehyun benar benar diliputi amarahnya yang lebih besar. Jaehyun segera mengunci pintu kamar mansion mereka, dan mendorong kasar Dita kedalam kamar. Dita merasakan sakit dipunggungnya akibat kerasnya dorongan itu, Dita mencoba bangun dengan merintih.
Jaehyun berjalan mendekat yang sontak saja membuat Dita memundurkan langkahnya.
Plakkk
Tamparan Jaehyun pada Dita sangat keras sehingga membuat bekas tanganya tercetak merah diatas pipi yang mulus itu, Dita merasakan sakit akibat tamparan dipipinya dan dia memeganginya.
"BRENGSEKKKK" Jaehyun menatap tajam pada istrinya itu.
"KAUUU.. APAA? Perintahku kurang jelas HAHHH?!! Bukankah semua itu sudah tertulis didalam kontrak, Kenapa kau masih mendekati pria lain bahkan apa yang kulihat tadi kalian sedang berciuman?" Lanjut Jaehyun yang masih disertai emosi yang meluap luap.
" Jaehyun-ssi... Ini sungguh bukan seperti yang kau bayangkan, tadi yang kau lihat hanya kesalah pahaman, aku tidak berciuman dengannya" Jelas Dita dengan tangan yang masih memegang pipinya.
"Bukan tidak tapi belum, kau hanya belum melakukannya dengan laki-laki sialan itu!!! Jika aku tidak datang tepat waktu mungkin kau sudah menyerahkan dirimu kepadanya, Benar-benar wanita murahan"
Dita yang mendengar itu pun tak percaya dengan apa yang dipikirkan seorang Jung Jaehyun, apakah dimatanya dia semurah itu yang akan menjajakan tubuhnya ke laki-laki lain.
"BUKA BAJUMU BITCH.....!!!!! LAYANI AKU SEKARANG PELACUR!!! Bukankah kau haus akan belain laki-laki sehingga meminta untuk dilayani kepadanya"
Benar benar semua perkataan yang keluar dari mulut laki-laki itu sangat menyakitkan bagi Dita.
CUKUPP!!! Dita benar-benar sudah tidak tahan dengan semua perilaku dan perkataan laki-laki sinting itu, kurang apa selama ini dia memenuhi segala permintaannya tapi pada akhirnya dia masih menganggapnya seorang jalang.
"CEPAT LAKUKAN BITCH!!!!! "
Perintah Jaehyun dengan mendorong tubuh Dita kembali, dan tubuh itu membentur dinding kamar.
"Hentikan Jaehyun-ssi" Ucap Dita sambil mendorong balik tubuh yang lebih besar darinya itu.
"Aku tidak tahan jika diperlakukan seperti ini! Aku tidak tahan dengan semua ini! Kita batalkan saja perjanjian dan kerjasamanya, Tuan Jung Jaehyun yang terhormat!" Ucap Dita dengan menggebu-gebu.
Nafasnya terengah-engah mencoba menahan emosinya. Ia benar-benar merasa terhina diperlakukan dengan tidak layak seperti ini. Jaehyun terkekeh sinis kemudian menatap Dita dengan seringaiannya.
"Oh, begitu ya? Jadi kau ingin membatalkan semua ini? Kau yakin ingin mengakhirinya?"
"Ya! Aku muak dengan semuanya! Aku muak dengan perlakuanmu yang selalu berlaku semena-mena padaku!"
"Benarkah? Baiklah jika itu keinginanmu."
Jaehyun menyeringai lalu berjalan kearah jendela yang terbuka lebar. Membiarkan sinar bulan menerpa wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.