Bab 43

375 30 9
                                    

"Tidak... Tidak... Kumohon buka matamu, ini perintahku, baiklah maafkan aku.., maafkan aku yang membiarkanmu sendiri." rancau laki-laki di dalam tidurnya.

Dita mulai terganggu dengan suara itu, dia masih baru tertidur dua jam lalu dan sekarang jam masih menunjukan pukul 2 dini hari.

"Sayang bangunlah... Aku tidak butuh apapun selain dirimu." Lanjut rancauan Jaehyun dengan keringat dingin yang mengalir disekujur tubuh nya.

Dita sudah mulai tersadar sepenuhnya dia lihat laki-laki di sampingnya itu. Sepertinya dia sedang bermimpi buruk.

"Apakah kau akan pergi dengan baram.... Dan meninggalkanku..... Kenapa? Apa aku ada salah denganmu? Tetaplah disampingku Disya sayang" Jaehyun mengeluarkan air mata dalam tidurnya itu.

Dita yang melihat betapa suaminya ini sangat menyayangi saudarinya dulu sehingga dia menangis saat memimpikannya. Ada rasa sakit didadanya saat mendengar suaminya memanggil nama saudarinya.

"Disya.... Sayang.... Hikss..... Aku.... Tidak bisa hidup tanpamu" Jaehyun masih berteriak dalam tidurnya.

Pada akhirnya Dita yang tidak tega dengan apa yang terjadi dengan suaminya itu mencoba menenangkannya, dia belai kepala suaminya untuk membantunya tenang.

Saat dia memegang dahi suaminya, dia terkejut suhu badan suaminya panas sekali, sebelumnya tadi suhunya tidak sepanas itu. Sepertinya suaminya ini terserang demam.

Jaehyun yang masih meracau akibat mimpi buruknya itu, mulai sedikit tenang saat Dita mulai membelai kepalanya. Setelah dirasa tenang Dita mulai mengambil kompresan dan termometer untuk mengecek suaminya.

Di checknya suhu tubuh suaminya itu 40° , keringat dingin juga terus keluar. Jaehyun benar-benar terserang demam, dengan segera Dita meletakkan kompresan itu di atas kepala suaminya untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Dia lakukan beberapa kali disaat kompresannya kembali panas akibat perpindahan suhu di alat kompresnya. Dirasa cukup membantu meredakan demam suaminya, Dita mulai merasakan kantuk. Dia mulai memejamkan matanya disamping suaminya dan dirinya terduduk dilantai sambil menyandarkan kepalanya diranjang dekat suaminya.

***

Cahaya mulai masuk dari celah gorden kamar mewah itu, perempuan yang tidur dengan lelap itu mulai terbangun dan mengerjap ngerjapkan matanya.

Dita mulai meregangkan tubuhnya,akibat terlalu lelahnya dirinya tertidur diposisi seperti ini. Tubuhnya cukup pegal tidur dalam posisi seperti itu. Hal yang pertama dia lakukan adalah mengecheck keadaan suaminya.

"Ah... Syukurlah suhu badannya mulai kembali normal" Tangannya memegang dahi laki-laki yang masih tertidur itu.

Dita akan menyiapkan bubur untuk sarapan suaminya itu saat bangun nanti, dia akan menanyakan obat kepada ibu mertuanya juga agar suaminya bisa segera pulih. Dita melupakan sesuatu pagi ini, segera dia meletakkan telapak tangannya keatas perutnya.

"Selamat pagi nak... Eomma selalu bersyukur ada kamu diperut eomma... Mari kita lewati hari ini bersama-sama" Dita mengucapkannya sambil mengelus perutnya dan menundukkan kepalanya kearah perutnya.

Dita mulai masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

***

Saat sedang membuat bubur untuk suaminya, dia dikagetkan oleh mertuanya yang datang tiba-tiba.

"Sayang apa yang kau lakukan?kenapa kau sudah bangun?apakah kamu sudah tidak merasakan pusing lagi?"

Mertuanya itu mebrondongnya dengan pertanyaan pertanyaan sehingga dia bingung untuk menjawabnya.

Bukan Pengganti ~ Jaehyun_DitaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang