Two twilight
Dahinya berkerut melihat layar ponselnya, menunggu balasan dari kekasihnya. Gerald merasa sedikit heran kenapa fayyana tiba-tiba tidak membalas pesannya, biasanya gadis itu sangat antusias membalas pesan dari Gerald.
Ada berbagai banyak hal yang akan Gerald ucapkan serta tanyakan kepada fayyana. namun ia merasa heran kenapa tiba-tiba gadis itu menghilang, ia bahkan tidak masuk sekolah di saat semua teman-temanya masuk.
Aurora memperhatikan Gerald sejak tiga menit yang lalu, memperhatikan gerak-gerik pria itu hingga di detik berikutnya ia menoleh ke samping.
"Gimana?"
Aurora mengedikkan kedua bahunya sebagai jawaban "lo tanya dia coba" Suruhnya.
Aurora mengerutkkan keningnya dengan bibir yang sedikit terangkat "dih, lo aja. gue ngga mau"
Liam berdecak "kan lo juga yang pengen tau"
"Ya tapi ngga nanya sama dia juga lah, ngga mau gue." Final aurora.
Nick berdecak melihat perdebatan kecil dari saudara kembarnya dan sahabatnya. "biar gue aja" putusnya, bangun dari duduknya berjalan beberapa langkah mendekati Gerald.
Melihat apa yang di lakukan nick, aurora dan Liam lantas menatap nick dan Liam memasang pendengaran meraka sebaik mungkin agar bisa mendapatkan informasi tentang fayyana.
Pasalnya gadis itu tidak ada kabar sejak semalam.
"Hei!" nick mengetuk meja Gerald sedikit kasar membuat Gerald menoleh ke arahnya.
"Kenapa?" Gerald memasang ekspresi tanya.
Nick berdehem "Naya ada nelpon lo ngga?" tanya nya langsung pada intinya.
"Ngga" Jawab Gerald yang di balas anggukan oleh nick.
Setelah mendapat jawaban nick membalikkan badanya berniat ingin melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda. "Lo tau dia kenapa?" tanya Gerald membuat nick menghentikan langkahnya.
"Kenapa dia ngga masuk?" Tanya nya lagi.
Nick menaruh kedua tanganya di saku celananya lalu menoleh "gue ngga tau, makanya gue nanya sama lo"
"Lo udah telpon dia?" tanya Gerald dengan raut wajah penasaran.
"Nomernya ngga aktif mati" jawab nick.
"Lo udah cari ke rumahnya" Lagi-lagi Gerald bertanya.
"Ngga"
"Kenap-"
"ALL!" teriakan dari luar kelas membuat kata-kata Gerald terputus. ia menolehkan pandangannya mencari sosok suara yang memanggil namanya.
Nick menoleh ke arah pintu dengan tatapan sinis.
"Ada apa?" tanya Gerald.
"Dara pindah sekolah kesini" ucap ergino antusias.
Mendengar itu Gerald berdiri dari duduknya "serius?" Tanya nya.
"Empat rius al" ergino menunjukkan 5 jari tanganya.
"Itu lima bego!" sinis nick merasa kesal.
"Dia dimana?" Tanya
"Di ruang kepala sekolah" Jawab ergino.Setelah mendapat jawaban Gerald bangun dari duduknya berjalan keluar tanpa merapikan mejanya yang berantakan akibat buku-buku pelajaran yang telah ia pelajari.
Biasanya sebelum keluar Gerald akan menyempatkan dirinya untuk merapikan mejanya dan menaruh buku-buku nya ke dalam meja, tapi tidak untuk hari ini, sepertinya dia terlalu bersemangat untuk bertemu temanya sampai-sampai ia membiarkan mejanya yang berantakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Two twilight (HIATUS)
Teen FictionDijadikan musuh oleh ayah sendiri itu bukanlah kemauan ataupun pilihan, itu adalah takdir, takdir yang tidak bisa seorangpun yang mengubahnya. Fayyana shazana adhiyaksa, gadis cantik yang sebentar lagi berusia 18 tahun. gadis pemberontak sekaligus...