Keadaan Caine sudah lebih membaik dari sebelumnya. Rion sudah bisa melihat tawa Caine yang melihat dirinya pundung karena ledekan yang dilakukan oleh Caine.
Kenapa dirinya sangat menyukai saat Caine tersenyum? Dan kenapa dia sangat kesal saat ada yang mengganggu Caine? Bahkan jika ada perempuan yang mendekati Caine pasti dirinya merasa sangat kesal.
Apa yang salah dari dirinya?
Rion tidak ingin memikirkan itu sekarang. Yang terpenting sekarang ini adalah pria yang ada di depan matanya ini sudah terbangun dengan keadaan sehat.
' Aku panggil Sui ya buat ngecek kamu ya? ' tawar Rion dengan halus
' Ah gausah deh kayaknya.. Biarin aja dia di kelas. Kasian juga kalo dia dateng cuman buat ngecek keadaan aku.. ' tolak Caine dengan suara nan lembutnya kepada Rion
' Serius? Kamu perlu di cek tapi kan? ' paksa Rion namun terkesan tidak ingin memaksa kehendak dari Caine
' Iyaa gapapa.. Aku juga udah seger nih badannya. ' Caine yang meyakinkan akan keadaanya yang sudah baik-baik saja
' Oke, aku gak akan maksa kamu. Tapi kamu istirahat dulu disini Oke? ' permohonan keluar dari mulut Rion
' Gausah deh Rion.. Aku kayaknya mau ke kelas aja ketemu sama temen-temen. ' tolak Caine
Keras kepala Caine akan muncul ketika dia bersama Rion. Mungkin memang ini sifat asli dari dirinya yang akan keluar jika dia sudah nyaman dengan orang disampingnya.
' Huft.. ' desah Rion ' Kayaknya kalo aku nolak juga ga akan di acc sama kamu kan? ' pasrah Rion diiringi ketawa kecil darinya
Caine hanya mengangguk dan tersenyum kemenangan
Akhirnya Rion merangkul tubuh Caine dari kasurnya. Jujur saja jalan Caine saja masih terlihat seperti orang mabok yang terpincang-pincang
' Tuh kan Caine! Kamu belum kuat jalan. ' omel Rion
' Hahaha.. Gapapa kok Rion. Aku ini cowo tauu, masa iya aku lemah karena ini. ' Caine tertawa akibat tingkah temannya itu
' Kamu pikir laki-laki ga bisa jadi lemah hm? ' tanya Rion menggoda Caine dengan suara deep nya itu
' Nah kamu tau tuh kalo laki-laki bisa jadi lemah. Jadi sekarang kamu gaboleh sok kuat yaa di depan aku. ' godaan Caine kepada Rion
' A-ah. Kenapa kamu jadi ngeputerin ke aku gitu. ' kaget Rion ' Kan aku ngomongnya lagi ke kamu. ' suara Rion malu
...
' Lagipula aku juga gak sok kuat kok! Kan aku emang kuat kalo buat keluarga. Hahaha ' tawa krakatau ala Rion dengan salah satu tangannya berada di pinggangnya kode menyombongkan dirinya di depan Caine
Caine hanya tertawa melihat tingkah temannya itu ' Iya-iya.. Tau deh kamu kuat. Makasih yaa selalu menjadi yang terkuat di keluarga. ' lanjut balasan senyum dari Caine untuk Rion
' U-uh.. '
Sepatah kata keluar dari mulut Rion. Saat ini dia tidak berani menatap mata temannya itu. Hatinya berdegup kencang saat melihat temannya itu tersenyum kepadanya. ' Ya Tuhan, jangan hari ini ya Tuhan. ' batin nya tersiksa
' Rion? ' Caine memanggil
Rion yang tidak sadar bahwa temannya memanggil terus mengalihkan pandangan dari temannya itu.
' Ukhum. ' suara batuk isyarat memanggil Rion ' Rion? Btw ini kita salah jalan loh? '
Rion tersadar dari lamunannya itu
