10. End of Story

324 35 0
                                    

Jeffrey mengejar Joanna hingga ke depan gerbang rumah. Karena dia berhasil meraih tangannya. Sebab sejak tadi dia tidak berhasil membuat Joanna berhenti berjalan meski dia sudah berulang kali memanggil si wanita.

"Aku ingin bicara!"

"Aku rasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan. Kita sudah tidak ada apa-apa. Aku harap kamu bisa menerima."

Joanna berusaha melepas tangan Jeffrey. Meski tidak kunjung berhasil. Padahal ada dua satpam yang sejak tadi melihati.

"Kita belum berakhir! Aku akan menceraikan Lana jika itu yang kamu ingin!"

PLAK...

Joanna menampar Jeffrey dengan tangan lain. Dia marah karena bukan ini yang dia ingin. Sebab tujuan awalanya bermain-main hanya ingin memacu adrenalin. Bukan ingin merebut Jeffrey dari teman baiknya sendiri.

"Kalau kamu sampai melakukan ini, aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi!"

Joanna ingin pergi, namun Jeffrey terus menahan tangan wanita ini. Sehingga dia tidak bisa langsung pergi. Mengakhiri percakapan yang tidak ada ujungnya lagi.

"LEPAS! LEPAS KUBILANG!"

Joanna terus menarik tangan. Hingga teriakan Jessica dari rumah membuat Jeffrey lengah. Dia refleks melepas tangan. Membuat Joanna pergi sekarang.

"JEFFREY!"

"KEMARI!!!"

Jeffrey yang ingin mengejar Joanna langsung berbalik. Karena teriakan ibunya lebih kencang dari yang tadi. Membuatnya agak takut saat ini.

Joanna? Dia mulai memesan ojek online menggunakan ponsel yang digenggam sejak tadi. Dia ingin pulang karena ada yang ingin dikatakan pada keluarganya sendiri.

BRAK...

Satu jam kemudian Joanna tiba di rumah. Dia membuka pintu dengan kasar. Bahkan sengaja digebrak agar mendapat atensi seluruh orang rumah yang sedang menonton televisi di ruang tengah.

"Joanna? Ada apa?"

Tanya Liana yang mulai berdiri dari duduknya. Sedangkan ayah dan dua adiknya hanya menatapnya penasaran. Dengan wajah agak takut juga. Sebab selama ini mereka telah menyembunyikan hal besar darinya.

"Kalian korupsi 200 juta? Iya? DI MANA UANG ITU SEKARANG!? KALIAN BENAR-BENAR KETERLALUAN!"

Liana langsung menatap suami dan dua anaknya. Dia tidak percaya jika mereka melakukan hal ini diam-diam. Pantas saja mereka bisa kembali membangun bisnis lain saat bisnis kafe sebelumnya gagal.

"Jadi uang yang kalian bilang uang dari bank bohong? Kalian memakai uang perusahaan? Ya Tuhan! Kenapa kalian tega? Kenapa kalian---"

Liana sudah tidak sanggup berkata-kata. Dia mulai menangis sekarang. Sama seperti Joanna yang kini berpegangan pada tembok rumah. Tembok yang catnya sudah mengelupas. Karena rumah ini memang sudah butuh direnovasi segera.

"Ayah! Kenapa Ayah melakukan ini? Tidak cukupkah Ayah membuatku menderita selama ini? Tidak cukupkah hanya menjadi miskin? Haruskah korupsi juga untuk membuat hidupku semakin hancur lagi? Ayah benar-benar tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik! Ayah gagal menjadi suami! Ayah gagal menjadi ayah untuk anak-anak ayah ini! Aku menyesal dilahirkan dalam keluarga ini! Aku malu sekali sampai rasanya ingin mati!"

Joanna langsung pergi ke kamar. Dia mengambil barang-barang. Lalu keluar rumah saat itu juga. Karena ibunya tidak mencegah. Sebab dia sibuk memarahi suami dan dua anaknya.

11. 30 PM

Jeffrey sedang memasuki kamar. Karena dia baru saja selesai diberi pelajaran orang tuanya. Sebab telah membuat malu mereka di acara keluarga.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 29, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BEHIND THE BACK PASS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang