Part 13 - Consequence

264 14 6
                                    


Pesan Masuk ::::
Lupakanlah kejadian malam tadi, Aku tidak ingin berkontak untuk saat ini..
-Song Hye Kyo-

————————-——————————————————

—START—

- 1 bulan kemudian -

= Gyeohseong Studio =

Tepat pada hari selasa ini Hye Kyo mendapat undangan dari salah satu sahabatnya yaitu Kim Hye Soo, untuk mengunjungi pameran galeri lukisan adiknya.  Hanya tamu istimewa saja yang mendapat undangan ini.

Hye Kyo datang ditemani assisten managernya, karena sekaligus meet up sebentar dengan Kim Hye Soo nim. Ia memasuki galeri dengan semangat karena sudah 2 bulan tidak bertemu dengan senior yang dihormatinya.

"Hallo Hye Kyo yaa.."  dari jauh Kim Hye Soo datang tersenyum cerah, syukurlah kau bisa menyempatkan waktu kemari.  "Bagaimana kabarmu sayang.."

Hye Kyo tersenyum, "Yaa eonni aku baik.  Aku bisa datang dengan sehat kemari tandanya semua baik baik saja."

"Bagaimana lukisannya,... memiliki jiwa estetik yang tinggi kata banyak orang yang mengerti tentang maha karya.  Namun aku masih banyak belajar karena kurang memahami nilai estetikanya." Jelas dari Hye Soo

Hye Kyo mengangguk, "Ini semua ada karya yang hebat, aku mengerti sedikit.." melihat sisi kiri terdapat lukisan hitam putih yang cukup menyeramkan untuk Hye Kyo, tapi disisi lain lukisanberwarna pastel. Sangat menarik lukisan ini.

Hye Kyo keliling galeri ini, melihat satu persatu lukisan, dari satu ke satu lukisan memiliki gaya khas yang dimilili oleh pelukisnya, "Eonni, boleh kah aku duduk sebentar.."

Kim Hye Soo mengangguk, mengajak ke pinggir galeri yang memiliki beberasa sofa untuk ruang tunggu para tamu. Diikuti oleh Hye Kyo dan manager perempuannya. Kali ini Manager Shin tidak ikut dulu, karena sedang ada kegiatan dan akan kembali mengurusi Hye Kyo saat kegiatan siang nanti di agensi.

"Wajahmu tampak pucat.." kata assisten manager

Hye Kyo membuka ponselnya, melihat kamera depan untuk mengecek wajahnya, karena Ia merasa baik baik saja, walaupun agak sedikit lemas.

Hye Kyo beranjak membungkukan badannya, "Eonni, maaf aku sepertinya harus duluan meninggalkan galeri ini." jujur badannya semakin drop

Hye Soo mengangguk dan tersenyum "Tentu, jaga kesehatanmu. Mainlah kemari lagi jika ada waktu."

Hye Kyo mengangguk membungkukan badannya lalu berjalan mengikuti assiten managernya. Mereka keluar galeri menuju basamant ke mobil BMW seri 7 milik pribadi Hye Kyo. Assisten manager mengambil alih kemudi.

Diperjalanan menuju gedung agensi Hye Kyo melihat jendela, mengamati jalanan dengan tenang mendengarkan alunan musik klasik kesukaan Hye Kyo karena membuat ketenangan untuk pikirannya.

"Eonni, mau kau bantu aku..". Kata Hye Kyo tiba tiba tapi matanya masih tertuju pada pemandangan pepohonan di kanan jalan. Tangan kanan Hye Kyo mengenggam tangan kirinya, ada kecemasan dalam hatinya.

"Iyaa.?" Assisten manager bertanya

"Kita mampir dulu ke apotik,.."

"Oke, nanti akau bantu beli obat. Karena memang aku melihatmu lemas. Kebetulan aku membawa contoh obatmu." Kata assiten manager

You Are my Destiny (Hye Kyo dan Nam Gil)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang