Part 15 - Good Vibes

322 13 6
                                    

= Kantor Catatan Sipil Seoul =

Hye Kyo datang lebih awal di tempat ini, Ia masih dikursi belakang menunggu instruksi dari sang manager untuk turun dari mobil pribadinya.

Akhirnya sepasang pemilik high heels hitam turun dari mobil putihnya, melangkah keluar. Di sana ada Namgil yang menunggu di samping mobilnya. Sebenarnya Namgil sudah turun beberapa saat lalu namun masih mengurus berkas dibantu temannya.  Intinya hari ini semua urusan surat pernikahan mereka akan diselesaikan secara negara.

Hye Kyo berjalan mengekor dibelakang Namgil dan mereka hanya ditemani manager Ahn.  Masuk ke lantai 4 untuk langsung ke bagian pusat.  Biasanya untuk mendaftarkan catatan pernikahan ini tidak perlu merogoh kantong untuk warga Korea, namun tidak untuk mereka.  Karena mereka menggunakan jalur khusus, ada uang yang harus mereka siapkan

Namgil dan Hye Kyo masuk ke dalam ruangan, duduk bersebalahan.  Sejak mereka bertemua pagi ini, belum ada percakapan yang dilakukan keduanya, mereka seperti orang yang masih tampak asing atau hanya sekedar malas untuk memulai membuka topik masing-masing.

Dua pejabat kantor masuk ke dalam ruangan yang sudah ada Namgil dan Hye Kyo.  Mereka langsung duduk dan memulai percakapan "Hallo selamat pagi, Kim Nam Gil Nim dan Song Hye Kyo nim.  Kami akan sedikit melontarkan beberapa pertanyaan dasar ya"

Namgil mengangguk, sedangkan Hye Kyo tampak ragu.  Tapi ini adalah tahap awal yang harus dilakukan bukan?  Setelah pekan lalu Namgil mempublish berita pernikahan mereka, rasa setiap hari ada kekhawatiran dari hari Hye Kyo.

Ia masih belum siap memulai memiliki status resmi dengan pria manapun, tidak terkecuali Namgil.  Walaupun Ia berhubungan baik dengan Namgil tapi masih ragu dengan komitmen ini.  Namun bayi diperutnya harus mendapatkan status yang jelas.

Namgil menegakkan posisi duduknya, tampak menjadi orang yang harus percaya diri. 

"Apakah kalian sudah menjadi sepasang kekasih sejak lama.?" Tanya salah satu staff kantor sipil ini

"Belum sebenarnya, sekitar 4 bulan lalu kami memutuskan untuk meningkatkan status menjadi lebih dari sekedar teman.  Awalnya kami merahasiakannya namun akhirnya media nengetahui, dan berita ini tersebar."  Namgil mencoba menjelaskan

"Tolong jelaskan kepada kami alasan kalian memutuskan untuk membangun hubungan ke jenjang pernikahan?"

Namgil mempersilahkan Hye Kyo untuk menjawab, namun sang perempuan masih diam.  Harusnya Hye Kyo tahu bahwa mereka akan mendapat beberapa pertanyan terkait hubungan keduanya ini.  Dan Hye Kyo awalnya sudah menyiapkan mentalnya, tapi anehnya Ia sedikit drop hari ini, selain mentalnya tapi badannya juga drop. Sejak pagi kondisinya tidak fit, Ia ingin menunda wawancara ini, tapi jika mundur lagi maka bisa jadi akan sulit untuk mengatur jadwal lagi.

"Aku yang mulai, jawabanku adalah.  Tentu karena Hye Kyo adalah perempuan yang sangat baik, kami berkenalan dengan baik awalnya, jadi bisa menjalani hubungan teman ke arah positif satu sama lain.  Kita bisa saling memberi dukungan satu sama lain, terlebih karena kita satu profesi, ini adalah kecocokan kami."  Namgil menjawab pertanyaan, tidak spesifik memang, tapi setidakny alasan ini tampak terlihat jujur tanpa dibuat buat.

Hye Kyo mengangguk, "Jika aku? Alasan ingin dengan Namgil ssi, karena alasan putra angkatku.  Di surat itu aku yakin tertulis nama anak angkatku, Gyu Han.  Namgil selalu ada untuknya, jadi itu membuatku yakin untuk mau mengambil komitmen bersamanya." Jawabannya tepat sekali ini.

Salah satu staff, "Jadi Gyu Han ini memiliki kedekatan dengan Namgil sii?"

Hye Kyo mengangguk, "Lebih dari itu."  Ia menjawab untuk mengambarkan dengan tersirat. Namgil tersenyum ikut mengangguk dengan jawaban Hye Kyo.

You Are my Destiny (Hye Kyo dan Nam Gil)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang