D.O 14

525 60 15
                                    

Ryujin terbangun, tubuhnya tersentak terkejut. Tidak dapat membiasakan diri dengan tertidur menelungkupkan kepala di atas meja, setengah tubuhnya kaku. Ah dia benci harus ketiduran di tengah Pelajaran, kini dia sendiri berada di kelas. Melihat jam dinding di atas papan, Ryujin merasa aneh.

“Jamnya mati?”

Ryujin akan bangkit namun mendadak tubuhnya kembali kaku, kali ini benar-benar kaku.

“Aku melihat dirinya dirantai, pantas saja dia begitu mengerikan. Dia punya Tuan, tak ada yang berani menyapanya selain ibumu”

Ryujin menegang, pupilnya melebar. Sesosok hantu dengan tinggi tubuh tidak wajar mengetuk-ngetuk jendela kelas, beruntung wajah hantu itu tertutup. Ryujin bisa bernapas lega.

“Dia siapa?”

“Hantu yang menempel denganmu dan Sunoo”

Tunggu, kenapa setiap hantu sekolah yang Ryujin temui mengenal Sunoo. Ryujin menggeleng keras berusaha menyadarkan diri, dia kini ingat sebelumnya berada di rumah Sunoo. Namun kini mendadak berada di sekolah, dan semuanya terlihat aneh. Ryujin yakin mendengar keramaian di koridor luar, tapi matanya tak dapat menemukan apapun.

“Kamu sebenarnya siapa? Kenapa tidak mengenal Sunoo”

“Siapa bilang, kita teman”

Hantu itu dengan sekejap hilang, kemudian muncul di depan kelas. Tubuhnya yang tinggi membuat setengah dari badannya menembus langit-langit kelas, Ryujin mengelus dada kembali.

Sadar tubuhnya sudah bisa bergerak.

“Kalau teman kenapa kamu tidak tau jika Sunoo memberi jimat pada kelas ini, hanya hantu yang tidak berniat menjahili yang bisa masuk. Makanya aku menyembunyikan wajahku dari tadi darimu, dan keributan yang kamu dengar adalah mereka yang jahat”

Oh iya kah, Ryujin baru mendengar hal itu. Dari hantu pula, jadi apa maksud dirinya berada disini.

“Kamu bisa menggunakan jimat itu untuk menolong Sunoo”

Mulut Ryujin menganga. “Aaa begitu ya, memang Sunoo ada dimana?”

“Di lapangan basket, disana juga ada hantu lain dan iblis”

Ryujin menoleh pada meja milik Sunoo, terdapat cahaya yang datangnya dari kolong mejanya. Ryujin bangkit menghampiri tempat itu, dan benar saja terdapat kalung Sunoo yang waktu itu pemiliknya lepas untuk mengeluarkan makhluk lain. Ryujin masih ingat kejadian itu tepatnya di uks, bagaimana mau lupa jika saat itu Sunoo langsung meminta nya untuk di peluk.

Saat Ryujin menyentuh kalung itu cahaya merah dari kalung itu menyerbu tubuhnya, merasuk ke dalam jiwanya. Tak ada inti yang Ryujin rasakan, dia hanya merasa harus cepat-cepat mencari Sunoo. Melingkarkan kalung itu di pergelangan tangannya, mulai melangkah menuju lapangan basket.

Sementara itu di tempat lain, Jhonny dengan bingung melangkah pada tempat yang dipenuhi kepulan kabut. Rasanya dia tak bisa melangkah maju, hanya berputar-putar tanpa tau arah.

“Sunoo!” Teriaknya dengan lantang.

“Ayah”

Jhonny meneoleh ke kanan dan kiri mendengar rintihan itu, sesuatu mengarahkan Jhonny pada sudut sebuah ruangan. Berlari ketika melihat seseorang tengah meringkuk, dia pikir dia ragu namun orang itu mulai menengadah dan itu adalah Sunoo.

“Ayah, Sunoo terluka”

Jhonny di perlihatkan dengan luka bakar di tangan putranya, menjulurkan tangannya untuk Sunoo raih. “Ayo, raih tangan Papa. Berdiri nak” meraih tangan Sunoo agar segera bangkit.

DreadOut ; SunSun√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang