Gadis dengan mimpi buruknya

32 3 0
                                    

🪻*+.
___________-

"Kakak, ayo kita bermain lagi"
Kata Flowerie kecil yang sedang memegang tangan kakaknya
"Iya-iya. Tapi, tunggu dulu. Ayahmu membutuhkanku saat ini"
Kata sang kakak sambil menunduk dan melihat adiknya dengan senyum manis di bibirnya.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan kalau kakak sibuk? Apakah aku harus bermain dengan ibu? Atau kak Chesta atau kak-" "shh dengar. Kakak tidak akan pergi berlama-lama oke?"
Flowerie kecil itu menggenggam dengan erat ujung roknya sambil memelas seraya berkata "hmpf, pergi lagi pergi lagi!! Kapan pulangnya? Aku sendiri di sini dengan kak Agustin dan kak Rubi!!"

Sang kakak membalikan badan sambil mengelus kepala adiknya
"Nanti ya, kalau tugas militer kakak sudah selesai, nanti kita bermain sepuasnya dan kamu bisa melepaskan rasa rindumu, yah??" Lalu Flowerie kecil itu memberikan pelukan kepada kakaknya yang tanpa ia sadari, itu adalah pelukan sekaligus kehangatan terakhir yang ia berikan kepada kakaknya sebelum melambai dan pergi menuju kamarnya.

"Huff, anak itu manja sekali. Tidak salah ayah selalu khawatir padanya."
"Sepertinya ini adalah hari terakhirnya untuk melihat kita. Keanu."

"Ah.. harusnya aku memilih untuk bermain bersama Bellina daripada mendengarkan perkataanmu itu, kak Chesta."

_________

"Ahh!! Itu tadi hanya mimpi buruk yah..."
Kata Bellina sambil mengusap matanya. Tanpa ia sadari, air matanya berlinang melewati pipinya.

"Bellina, apa kamu sudah bangun? Aku membuatkanmu sarapan pagi ini" kata seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Mengira itu kakaknya, Belina dengan cepat berlari menuju pintu dan membukakan pintunya. "Tumben kamu bangun pagi, apa kamu ada janji dengan temanmu itu?" Kata dokter yang membesarkan dan merawat Bellina.

Matanya meneteskan airmata dan ia mulai memeluk tubuh dokter itu. "Huahhhh.... Aku baru saja mendapatkan mimpi yang sangat buruk!!!" Lalu dokter itu meletakan tangannya di atas kepala Bellina sambil mengusap-usapnya dan berkata "bunga mimpi itu tidaklah nyata, apa kamu memikirkan sesuatu yang membuatmu bermimpi seperti itu?" Lalu Bellina mengusap air matanya dan menunduk "apa yang harus aku lakukan, aku bermimpi tentang kakaku, tapi aku bahkan tidak mengingat wajah dan raganya.. ada apa ini, apakah aku bermasalah dokter?"

"Kamu butuh sesuatu untuk mengalihkan itu ya? Apa kamu membutuhkan sesuatu sebelum kamu pergi ke rumah temanmu?"
Bellina menggelengkan kepalanya lalu menatap dr. Lakshamana dengan seksama "tidak. Aku... Aku hanya butuh makananku." Bellina lalu mengambil makanan yang di bawa dr. Lakshamana lalu pergi meninggalkannya.

"Huff.. Flowerie jaman sekarang, sudah berani melawan orang dewasa."

_____________

"Dasar doktor tua, jelas jelas aku ingin curhat, tapi ia malah menyuruh aku untuk mengalihkan pikiranku!! Huff aku lebih baik aku menuruti omongannya sebelum aku di marah" kata Belina sambil lari melewati koridor rumah sakit menuju ke pintu keluar.
Dari koridor bayang-bayang pasien dan gemaan 'selamat pagi' 'pun terdengar di benak Bellina.

Keluar dari rumah sakit, ia kemudian melihat banyak rumah bunga yang bergelantungan dan para penduduk yang melakukan kegiatan sehari harinya, sampailah ia di depam sebuah danau yang lumayan besar, 'hmmm kalau aku memutar, sepertinya perjalanan ini akan berlangsung lama...' gumamnya sambil meletakan tangannya di dagunya. Kemudian ia melihat anak kecil yang mencoba melintasi danau itu, Bellina melihatnya dengan seksama, ternyata anak itu menggunakan ekornya untuk menyeberangi danau itu, kemudian ia mencoba mempraktikkannya dan kemudian dengan ekor kecilnya ia meudukinya dan meluncur ke tengah tengah danau.

Tidak bisa mengimbangi beratnya, ia 'pun kehilangan keseimbangannya dan tubuhnya mulai menyentuh permukaan air, byurr. Yang hanya ia bisa lihat adalah gelembung nafasnya yang naik ke permukaan air, 'seseorang, tolonglah aku...' gumamnya sambil membiarkan dirinya tenggelam lebih dalam ke dasar danau itu, kemudian seseorang meraih tangganya dan mengangkatnya naik ke permukaan. Ia kemudian menggunakan daun teratai yang terlantar untuk di jadikannya sebagai tompangan, saat Bellina membuka matanya, ia melihat laki-laki berkelopak merah ke-putihan yang sedang melakukan pengecekan nadi.

Sebelum ia melakukan CPR Bellina dengan cekatan membuka matanya dan menggulingkan badannya ke samping, tanpa ia sadari. Ia tiba tiba tenggelam untuk yang kedua kalinya, dan pria itu menarik kakinya sebelum ia tenggelam. "Huff.. anak anak jaman sekarang. Apa mereka tidak bisa membuatku tidak sibuk sehari saja? Aku bahkan tidak mendapatkan gaji untuk ini!!"

Bellina dengan cepat berdiri lalu menundukan badannya berulang-ulang kali, itu membuat pria itu sedikit risih karena tingkah Bellina yang agak berlebihan. "Sudahlah nak, lagi pula aku ini pria yang pemaaf, baik hati, suka menolong, dermawan, pintar menabung, ramah hati dan-" "bukankah itu berlebihan?" Seletukkan Bellina itu-pun memotong perkataan pria itu, mereka berdua merenung sejenak untuk memikirkan kata apa yang akan mereka lantunkan. "Ekhem... Dari semua yang kau lakukan, terimakasih karena sudah menyelamatkanku tuan kelopak merah!!" Kata Bellina sambil tersenyum lebar, tidak suka akan nama panggilan tersebut pria itu-pun mengutip ulang perkataan Bellina. "Cih, kamu tau kalau aku ini punya nama, kenapa kamu tidak memanggilku dengan nama itu?!" Kata pria tersebut sambil menatap sinis kepada Bellina. "Ah maaf tuan, aku terlalu blak-blakan!! Perkenalkan aku Bellina, aku adalah salah satu pasien di rumah sakit yang di sana itu!" Kata Bellina sambil menunjuk ke arah rumah sakitnya, pria itupun menangguk seraya memperkenalkan diri dengan angun. "Betapa lancangnya diriku karena tidak sempat memperkenalkan diri, perkenalkan. Aku adalah salah satu member dari the 13 lost soul, anak ke-tiga dari Raden Hydrangea Macrophylla, akulah. Rai Sagara yang terhebat!!!" Bellina mengagap dan tidak tau apa yang harus ia ucapkan, Sagarapun masuk ke air dan mulai mendorong daun teratai yang di duduki oleh Bellina, kakinya pun bergerak menendang permukaan air untuk mendorong mereka maju ke arah tujuan.

Saat mereka sampai, Bellina-pun menunduk dan berterimakasih kepada Sagara. "Di depan, kamu akan melewati Land of the War, berhati-hatilah. Aku akan menghubungi anggota yang menjaga disekitar sana untuk mengantarmu ke tempat tujuanmu." Kata Sagara sambil tersenyum sedikit dan menunjuk perbatasan antara kampung halamannya dengan Land of the War, Bellina-pun berterimakasih sekali lagi untuk bantuan yang telah Sagara berikan, ia berlari dengan kaki kecilnya menuju ke perbatasan sebelum melambai ke Sagara sambil tersenyum lebar.

"Huff selesai sudah, tidak ada lagi anak-anak jahil yang menganggu waktu santai tuan berkelopak merah ini, Bellina ya.. heh, ternyata Agustin menyelamatkan anak itu demi kepentingan Keanu. Dimana-pun kamu berada Keanu, semua anggota akan selalu memperhatikan anak itu untukmu.

Tidak akan menoleh sedikitpun dari dirinya, sampai ayahanda menyuruh kita untuk mundur."

____________-
🪷*+.

[Pesan author]HEYYA EVERNYANNNN!! akhirnya aku selesai buat The Flowerie Garden official stornynya!!!! Aku sedikit edit ulang karena terjadi kesalahan teknis di awal pembuatan cerita~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Pesan author]
HEYYA EVERNYANNNN!! akhirnya aku selesai buat The Flowerie Garden official stornynya!!!!
Aku sedikit edit ulang karena terjadi kesalahan teknis di awal pembuatan cerita~

Aku harap kalian suka dengan ceritanya yaa~
Stay tune!!

The Flowerie Garden [One Small Step That Grows New Seeds]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang