Berbagi kamar pt 1

272 13 0
                                    

OKE jadi kalo misalnya ada yang nanya, kenapa ada "pt 1" karena bakal aku pisah, dalam pt 1 cuman ada 1 couple dan apa yang mereka lakukan itu aja, sama kek biasa ada godaan aja belum yg terlalu aneh 😘😘.

Semoga sukaa!

ENJOYYY!!! 😍😍

--------- ----------------- ------------ ------------------

Setelah Papa Zola sudah memberikan kartu kunci kepada murid - murid mereka pun mencari dan memasuki kamar yang diberikan.

Tetapi Taufan dan Blaze mendekati Gempa dan Berkata....

"Kak Gem.." Blaze yang di belakang Gempa pun berbicara kepadanya dengan nada yang lembut.

"Kenapa Blaze?, ehh kenapa kamu juga disini Taufan?" Gempa yang bingung kenapa Taufan juga berada dibelakangnya.

"A-aku gak mau tidur sama dia.. " Blaze dan Taufan berkata dengan kompak.

"Gapapa kok mereka gak akan apa - apakan kalian kok, dah pergi sana!" Gempa yang memberikan pesan dan menyuruh mereka untuk pergi.

Mereka pun pergi kekamar masing masing.

Disisi Fang dan Gempa

Gempa dan Fang pun menaruh tas mereka dan mengeluarkan barang yang dibutuhkan.

"Gem" Fang yang memanggil Gempa.

"Hm? Iya kenapa?" Gempa yang sadar bahwa ia dipanggil oleh Fang.

"Uhh gak jadi deh" Fang yang mengakhiri pembicaraannya dengan Gempa.

"Ayok kasih tau aja, aku kan jadi penasaran" Gempa yang menjadi penasaran karena Fang tiba - tiba mengakhiri pembicaraannya dengan Gempa.

"Uhh a-aku mau cium kau boleh?" Fang yang tiba - tiba saja ingin mencium Gempa.

"Ehh uhh k-kok tiba - tiba mau c-cium sih?" Gempa yang bingung + mukanya yang memerah karena mendengar permintaan Fang.

"Boleh gak? kalo gak boleh juga gapapa kok" Fang yang menanya kepada Gempa jika dia boleh menciumnya atau tidak ( meminta izin kepada ayang 😘 ).

"Uhh y-taudah boleh t-tapi dipipi aja, jangan di bibir.. " Gempa yang membolehkan Fang menyium Gempa tetapi hanya boleh dipipi saja.

Fang pun langsung mendekati muka Gempa dan menyium Gempa dan pipi Gempa tiba - tiba saja dijilat oleh Fang.

"Nghh~ ahh~" Gempa yang mendesah karena rasanya sangat geli saat pipinya dijilat oleh Fang.

Fang pun berhenti menjilat pipi Gempa karena takut kalau dia kehilangan kendali karena nafsunya.

"Uuhh ma-maaf!" Fang yang meminta maaf kepada Gempa karena ia melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

"Ga-gapapa kok" Gempa yang masih memerah karena malu dan mengingat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.

Fang pun membalikan dirinya dan langsung mengambil sabun mandinya untuk membersihkan badan, saat sudah selesai membersihkan badannya ia sadar bahwa ia lupa membawa bajunya dan terpaksa keluar dari kamar mendi hanya menggunakan handuk yang diikat dipinggangnya.

Saat Fang keluar dari kamar mandi Gempa pun melihat Fang dan wajahnya mulai memerah karena melihat badan Fang yang sangat bagus ( six pack ).

"Ehh kenapa mukamu memerah? " Fang yang bingung karena melihat muka Gempa yang tiba - tiba saja memerah.

"uhh umm e-engga kok kamu dah selesai mandi kan?? aku mau mandi" Gempa yang tidak ingin Fang tau bahwa ia malu melihat tubuh Fang pun langsung mengambil sabun mandi dan baju tidurnya dan bergegas pergi ke kamar mandi.

"Uhh dia kenapa, keknya gara - gara apa jangan - jangan gara - gara dia liat tubuh aku dia salting?!" Batin Fang

Disisi Gempa

"Tubuhnya bagus bangett, ahh!! Sudah lah aku mandi saja" Gempa yang segera mandi agar saltingnya pun mulai menghilang.

Setelah Gempa sudah selesai membersihkan badannya, ia pun memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mandi tersebut.

Karena sudah jam 9 dan Gempa tidak suka bergadang, ia pun langsung mengeringkan rambutnya dan tidur dikasurnya ( kasurnya itu pisah, ada 2 kasur dalam 1 kamar ).

Disisi Fang

Saat ia melihat Gempa keluar dari kamar mandi, ia masih memainkan ponselnya dan membiarkan Gempa tidur.

"Nih orang tidur cepet banget, baru jam 9 yaudahlah ikutan tidur aja." Batin Fang

ia pun ikut tidur seperti Gempa yang sudah tidur duluan.

-------- ---------------------- ------------------ ---------
Oke itu saja untuk hari ini yaaa
Semoga kalian suka cerita hari ini 😁

Sampai jumpa dicerita selanjutnya baiii!! 😚

Total words : 626

Pandangan Pertama Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang