Disclaimer © Hetalia by Hidekaz Himaruya
Ini adalah musim dingin di akhir tahun saat beberapa orang mulai mempersiapkan menyambut tahun baru. Meskipun tidak turun salju, suhu telah mencapai -2° di luar.
Tapi itu tidak menyurutkan semangat pemuda yang sedang berjalan-jalan tersebut, baginya musim dingin ini masih lebih hangat dari pada musim dingin di masa lalu. Tapi meskipun dia biasanya tidak menetap dalam waktu lama di tempat yang sama, dia harus tetap kembali ke tempat tinggalnya sendiri saat musim dingin.
Saat hari mulai gelap, pemuda itu masuk ke warung oden pinggir jalan untuk makan malam.
"Oh, tuan muda yang datang." Dia disambut dengan hangat dan menyiapkan semua jenis Oden yang diinginkan pemuda itu. "Baru saja pulang sekolah?" Paman ini akan memanggil siapa saja dengan sebutan Tuan Muda jika melihat mereka berpakaian bersih dan rapi.
"Tidak, aku tidak sekolah." Jawabnya memaklumi, semua orang akan salah mengira kalau dirinya masih sekolah dengan wajah awet muda itu.
"Tuan muda sudah dewasa? Maafkan saya."
"Tidak masalah. Tolong sake hangatnya juga sebotol."
Karena hanya ada pemuda itu, dan paman penjual Oden sangat ramah, dia mengajak pelanggannya untuk bicara banyak hal. Tapi tak disangka bahwa pemuda itu tidak hanya menanggapi ocehannya, tapi juga menambahkan beberapa pengetahuan.
Paman itu menghela napas. "Anak muda selama sepuluh tahun belakangan ini berkembang sangat cepat, kemungkinan dalam sepuluh tahun lagi tidak ada anak-anak yang tidak bisa menulis dan membaca lagi. Entah ini karena musuh atau kerja keras Kaisar, semoga saja ini mengarah ke hal yang baik."
Setelah kalah di perang dunia dua, Jepang diduduki pihak sekutu. Banyak penerapan dari barat mulai menyebar di negara dengan budaya yang masih sangat kental, sedikit demi sedikit menghapus budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.
Setelah enam tahun diduduki, Jepang menandatangani perjanjian San Francisco yang membuat pihak sekutu mundur dan membebaskan Jepang. Meski begitu, perjanjian ini efektif masih beberapa bulan setelahnya. Tidak sampai di situ saja, karena status Jepang masih diduduki saat itu, mereka tidak memiliki hak untuk bergabung dalam aliansi atau organisasi manapun. Jadi saat organisasi PBB dibentuk tepat setelah perang usai, Jepang masih belum bisa bergabung hingga saat ini.
Butuh perjalanan yang cukup panjang untuk sampai di sini.
Bagi pemuda itu, perubahan bukanlah hal yang baru lagi. Perubahan selalu dibutuhkan di setiap zaman, yang membedakannya adalah apakah perubahan itu membawa hal yang baik atau buruk.
"Pasti akan lebih baik, memiliki banyak rakyat kekaisaran yang pintar akan membantu membangun bangsa."
"Pemikiran saya memang masih kuno, jadi belum bisa mengetahui hal baik apa di masa depan. Dulu waktu saya masih muda, asal bisa makan saja kami sudah bahagia. Tapi ternyata, perang adalah hal yang lebih buruk dari kelaparan. Jika kelaparan, kita kelaparan. Tapi perang membawa banyak hal yang buruk bagi kita, tanah tidak bisa ditanam karena pasti akan dihancurkan. Satu-satunya rumah yang aman adalah tempat perlindungan militer, entah sudah berapa orang yang mati karena perang."
Apa yang dikatakan paman itu sesuai dari lubuk hatinya yang benar-benar muak dengan perang saat dia masih muda, tapi seperti yang lainnya dia lebih bersyukur bisa bertahan hidup hingga saat ini.
Pemuda itu tidak memiliki hak untuk mengatur apapun dalam kekaisaran, tapi dia memiliki pemikiran yang sama. Manusia memiliki umur yang pendek, manusia menginginkan apapun yang bisa didapatkannya, tapi manusia juga banyak belajar begitu ada penghalang di depannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Solar Eclipse Project
Fiksi PenggemarKhusus fandom Hetalia berisi one shot atau mungkin akan jadi kumpulan one shot Fanfiction tipe serius