7. Kenapa?

76 5 0
                                    

Assalamu'alaikum

Selamat membaca.....

<><><><><>

"Oh jadi ini kantor utama yang punya kafe?" Tanya Dimas

Tulisan "Alzi Company" terlihat di papan depan halaman juga bagian atas gedung perusahaan.

"Hayu atuh masuk," ajak Ghani

Saat masuk, mereka bingung harus kemana. Lalu, Azizah bertanya pada resepsionist dan mereka diantar ke meeting room.

"Terimakasih," ucap Azizah pada resepsionist

Kemudian, mereka langsung menata makanan dan minuman yang sudah mereka siapkan.

Azizah dan Fitri menjaga makanan berupa croissant, kue sus, dan eclair. Sedangkan, Ghani dan Dimas menjaga minuman berupa kopi dan teh.

Setelah semuanya selesai, tepat saat itu juga para petinggi perusahaan memasuki ruangan. Awalnya rekan-rekan Azizah terlihat biasa saja, hingga Ashraf dan sekretarisnya datang lalu duduk di kursi direktur utama dan memperkenalkan dirinya, membuat mereka terkejut.

"Kan ceuk aku ge, dia CEO," seru Fitri menepuk lengan Azizah

Sedangkan Azizah hanya tersenyum tipis, karena ia sudah mengetahui hal ini lebih dulu.

Lalu, Ashraf memulai rapatnya.

"Iraha beresna ieu?" Bisik Fitri karena kakinya yang sudah pegal berdiri selama tiga jam.

"Bentar lagi mereun," jawab Azizah

Dan benar saja, rapat telah selesai, dan Ashraf mempersilahkan untuk menyantap makanan ringan yang telah disediakan.

"Zizah, kamu anter ini ke bos ya," pinta Fitri memberikan nampan dengan croissant dan americano diatasnya

"Aku? naha bukan kamu?" 

"Takut ah, kamu aja wè,"

Mau tak mau, Azizah yang mengantarkan pada Ashraf

"Makasih," ucap Ashraf datar yang dibalas anggukan oleh Azizah

Setelah mengantar makanan, Azizah langsung kembali ke tempatnya. Ia memperhatikan Ashraf yang sedang berbincang.

"Kok dingin banget sih? gak kayak biasanya," batin Azizah

"Ngalamun wae," ucap Ghani menyadarkan Azizah

Azizah menghela napas pelan. Ia kembali melihat Ashraf, namun pria itu tidak ada di kursinya.

"AZIZAH!" Teriak Fitri tepat disamping telinga Azizah

"Astagfirullah, apa?" Kaget Azizah

"Tatadi di panggil teu ngawaro, neangan saha sih?"

"Gak nyari siapa-siapa,"

"Ceuk asisten bos, rapatnya udah beres, jadi langsung beresin aja ceunah," beritahu Fitri

Istana Alhambra (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang