(1) prolog

45 5 2
                                    

selasa, 20 juni 2022

Azizan edwin lesmana, pria itu bergerak memasuki bangunan sekolah bernama dewantara junior high school, sekolah yang hari itu mengadakan acara perpisahan untuk kelas 9.

brukk!!

Suasana yang tadi begitu meriah dengan suara musik yang menggelegar ruangan tiba tiba menjadi sunyi saat zizan mendobrak pintu tersebut dengan kuat membuat semua orang yang ada disana kaget dan terdapat beberapa orang bertubuh besar dengan mengunakan oufit hitam yang berada di belakang zizan mereka adalah bawahan zizan.

Hessa, Raden, Bima, Dian, dan Rendra melihat Zizan yang sering mereka sebut bang zizan lebih kaget lagi dibanding orang orang yang lainnya

"bang zizan," ujar hessa

"KALIAN SEMUA KELUAR SEKARANG! KECUALI HESSA RADEN BIMA DIAN DAN RENDRA," teriak Azizan, lalu semua orang yang berada di ruangan itu gemetar ketakutan seraya berjalan keluar ruangan dengan tergesa gesa

"mau ngapain disini, mau fitnah lagi sudah gue bilang itu cuma salah pah-"

bughh!

belum bima selesai berbicara ia langsung mendapatkan pukulan keras dari zizan, sehingga sudut bibir nya sedikit berdarah.

"coba perkataan lo ulang sekali lagi," bima tak menurut dia hanya melihat dengan tajam muka zizan

"bang lo kenapa datang di hari bahagia kami," kini hessa mulai berbicara dengan nada yang sedikit di tinggikan

Zizan berjalan mendekati hessa, zizan memegang bahu hessa sambil tersenyum miring lalu berkata, "mau minta pertanggung jawaban lah, iyakan Mahessa edwin rahardian," zizan mendorong bahu hessa kuat yang membuat hessa sedikit ingin jatuh

wiu wiu wiu wiu

suara sirine polisi terdengar dari kejauhan, suara langkah kaki yang berlari terdengar seperti ingin menuju ke ruangan itu.

"ini pak orang yang buat kerusuhan disini," ucap kepala sekolah Dewantara sambil menunjuk ke arah zizan

polisi mengacungkan pistol nya ke arah zizan, "pergi dari sini, atau saya tangkap anda," bentak salah satu anggota polisi tersebut.

"bapak mau tangkap saya, sedangkan saya tidak ada celakakan orang, saya juga sudah ingin pergi," santai zizan, lalu memerintahkan bawahannya untuk beranjak keluar dari ruangan itu

Zizan keluar duluan diikuti oleh bawahannya, "jangan pergi dulu, tetap berada di dalam mobil," bisik zizan yang tidak didengar oleh para polisi dan yang lainnya, para bawahan nya hanya mengangguk paham dan menjalani perintah zizan

zizan melihat ponsel nya saat ia sudah tiba di mobil,lalu zizan melihat nama kontak dihandphone nya ia mendapati pesan dari reno, teman sejak smp nya.

reno

zan lo beneran ke SMP
Dewantara?

beneran lah kaga mungkin
gue bohong

udah gue bilang ga usah
kesana

terserah gue lah diri diri
gue


zizan menutup handphone nya menunggu kelima pria itu keluar dari sekolah ini, selang beberapa lama lima orang yang zizan tunggu tunggu keluar, zizan lalu memerintahkan para bawahan nya untuk turun dari mobil dan menghajar lima pria itu, polisi juga sudah pergi beberapa menit lalu sehingga pasti aman untuk menghajar mereka

bughh

Satu pukulan keras yang langsung didapati oleh hessa pertama kali, lalu disusul oleh raden Bima dian rendra, terjadi percekcokan antara bawahan zizan dan kelima anak smp tersebut

"sudah gue bilang kalian tidak bisa lari dari gue," teriak zizan yang tiba tiba datang ditengah perkelahian

"lo kenapa bang," ujar hessa

"masih nanya kenapa?, karena kalian semua sudah merusak keluarga gue anj*ng, kalian harus terima konsekuensi nya"

"SUDAH GUE BILANG ITU SALAH PAHAM BAB*I," Amarah bima sudah tidak bisa dikendalikan lagi, bima memberontak seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya, ia memukul bawahan zizan yang tadi memukulnya, dan berlari laju ke arah zizan.

bughh!!

satu pukulan mendarat di pipi zizan membuat pipi nya sedikit berdarah
"berani banget mukul gue," bughhh zizan membalas pukulan dari bima yang lebih keras lagi daripada nya, zizan mengeluarkan sebuah cutter tidak tahu apa yang ada dipikiran nya, zizan langsung saja menus*k lutut bima menggunakan cutter itu

"AGHH," rintih bima kesakitan, banyak darah menetes dari lutut nya, keempat temannya itu langsung berlari mendekati bima yang kesakitan, raden membawa tangan bima ke bahu nya begitu juga dengan rendra, dan dian merobek sedikit baju nya lalu menempelkan ke lutut bima agar darahnya tidak keluar lagi.

lalu hessa menatap zizan seraya mengepalkan tangannya dan terlihat pula urat urat nya, hessa ingin sekali memukul nya tapi tidak, lagi pula orang yang di depan nya ini adalah abang sepupunya yang paling dekat dengannya.

"mau pukul? silahkan," zizan malah membiarkan pipi nya yang masih berdarah karena ulah bima untuk di pukul kembali oleh hessa

"lo jahat bang," hessa menelan saliva nya, tangan nya bergetar yang ada dipikiran nya saat ini ialah ingin memukul zizan tapi tidak dengan hatinya, hatinya berkata untuk jangan melakukan itu

"gue jahat," zizan tersenyum miring

"kalian yang jahat, sudah merusak kebahagiaan gue sudah menghancurkan keluarga gue, kalian harus merasakan seperti apa yang gue rasa, dan ayah lo rahardian akan segera menemui ajal nya maka sayangilah ayah TERSAYANG lo itu sebelum menjumpai ajal," sambungnya sambil menatap mata hessa tajam

"LO PSIKOPAT BANG," bughh, hessa memukul tapi tidak di pipi melainkan di perut zizan, Azizan sedikit terdorong karena itu.

Zizan ingin membalas itu dengan cutter yang ia pegang namun seseorang datang dan menghalanginya "ZIZAN STOP," reno, tiba tiba datang dan memegang tangan zizan agar berhenti melakukan hal berbahaya itu, tetapi reno malah terkena cutter itu sedikit di lengan kanannya

"agh," reno memegang lengan nya yang terluka, "JANGAN LAKUKAN HAL YANG BISA BUAT KELUARGA LO SENDIRI TERLUKA," reno meninggikan nada bicaranya tepat di hadapan zizan

"DIA BUKAN KELUARGA GUE, keluarga mana yang tega membun*h keluarga nya sendiri, hessa! dia sudah bunuh ayah dan bunda gue ren," reno terdiam tak menyangka akan jawaban yang keluar dari mulut zizan, reno menatap hessa yang sedang geleng-geleng kepala pelan seperti mengatakan bahwa itu tidak benar

"KALIAN PERGI DARI SINI, SEKARANG!"
teriakan reno membuat kelima pria itu pergi dari sana meninggalkan zizan dan reno.

zizan tertawa "kenapa lo suruh mereka pergi? padahal gue pengen main sama mereka loh," gila, sungguh gila zizan kini sudah kehabisan akal sehatnya.

"kalian bawa dia pulang,"titah reno kepada para bawahan zizan.

"baik."

#DAY1 | Salmasr13

Masa lalu seorang psychopath (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang