Wkwkwkw ngakak baca koment di chap sebelumnya wkwk..
Seriusan itu dari ff aslinya emang begitu, walau udah beberapa kali remake dan beberapa kali edit..
Ga tau kenapa tapi lucu aja tiba-tiba mati:D
Oke becanda.. Mari kita lanjut lagi :D
Nyatanya zayyan berlari keluar dari ruangan sing, ia berlari kemudian menarik leher Beomsoo untuk turun menggunakan tangga..
"Z-zay.. Akh.. Ke-kecekekk.." Beomsoo hampir-hampir tak bisa bicara.. Jangankan bicara, nafas aja susah..
Namun zayyan tak memperdulikannya.. Ia lagi kecewa sama sing..
Mau marah, ga ada kuasa.. Mau ngambek, ga ada perasa.. Mau nangis, dia pria..
Ya dari pada ribet, zayyan akhirnya turun dengan menggeret beomsoo..
Saat sampai di loby, zayyan langsung memegang bahu beomsoo dan meremasnya kuat..
"Beri tahu aku.. Dimana tk leo berada?" Ujar zayyan serius.. Ada sedikit air mata yang mengalir, serta mata yang memerah menahan tangis..
Sebenarnya beomsoo kasian, tapi karena kesadisan dari otot zayyan yang membuat ia harus lari lagi kebawah membuat beomsoo menelan kasiannya dan rada kesal dikit ama calon istri bosnya itu..
"Tk leo ada di depan coffeeshop lentera, 7 block dari sini.. Kau keluar dan ambil jalan menuju uta-"
"Okey terima kasih!" Ujar zayyan sebelum pergi begitu saja..
Meninggalkan beomsoo yang sempat terdorong karena lepasan tangan zayyan pada bahunya..
"Gila tuh otot.. Gede bener sampe gue tergonjang ganjing.." Dumel beomsoo sambil menghela nafas untuk kesekian kalianya sebelum berjalan mendekati lift..
Namun baru saja ingin masuk, seorang cleaning service mengatakan kalau lift nya rusak.. jadi harus menggunakan tangga jika ingin naik kelantai berikutnya..
Beomsoo benar-benar... Sudah sangat sabar... Ia sabar... Sabar akan cobaan yang mendatanginya..
"ARGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH!!!!"
yang... Sabar ya beomsoo :)
Zayyan baru keluar dari kantor saat tiba-tiba hujan turun dengan lebat.. Zayyan yang masih nangis hanya berdiri diam menunggu hujan reda..
Ia masih mikir 2 kali untuk menerobos hujan tersebut.. Ia tak mau sakit lah.. Jika sakit siapa yang akan mengurus 2 bayinya itu?..
Karna zayyan masih menunggu hujan reda, membuat sing dapat mengejar zayyan dengan cepat..
Ga cepat juga sih... Kan lift nya tadi rusak.. kepaksa sing juga lari-larian di tangga..
sing melihat ada beomsoo yang lagi nangis kejer di dekat lift.. Ia mendekati beomsoo dan menarik kerah baju asistennya tersebut dan menggoyangkan nya dengan tidak berperikegoyangan..
"BEOM!!! ZAYYAN KEMANA!! APA KAU MELIHATNYA!! KEMANA DIA!! CEPAT JAWAB!!" Bentak sing di depan muka beomsoo..
Beomsoo kudu harus banget sangat sabar mendapatkan cobaan dari bosnya.. apalagi di tambah kuah dadakan yang semprot sana semprot sini.. membuat beomsoo tetap harus bertahan..
'kalo bukan karna si takoyaki, gurita imut tercinta gue di rumah.. gue pasti dengan sangat, luar biasa yakin berhenti dari ni tempat... Neraka dunia memang...' inner beomsoo kesal...
"D-dia tadi jalan keluar... Mau jemput leo bos.." jawab beomsoo lelah..
Sing yang sudah mendapatkan jawaban dari beomsoo langsung membanting pria manis tersebut dan meninggalkan tkp tanpa peduli dengan beomsoo yang kepalanya lagi berdarah..
"Demi Tuhan dan seluruh alam.. Kalo santet di legalkan, ingin ku santet ni boss satu.." Dumelnya sebelum gelap menyelimuti..
Beomsoo pingsan..
Sing berlari ke luar kantor nya.. dan menemukan zayyan yang sedang berdiri sambil sesekali mengelap air matanya yang masih turun..
Entah kenapa rasanya sedih sekali.. Namanya juga udah usaha, apalagi usaha masak.. Okeylah kalo ga di makan, lah ini di buang!!
Sing pun mendekati zayyan kemudian memeluk zayyan dari belakang..
"Maaf.. maafkan aku... Aku sungguh minta maaf.." ujar sing pelan di telinga zayyan...
zayyan menegang dan berjengit saat mendengar suara rendah sing...
Sempat mau baca ayat kursi, tapi baru ingat yang meluk dia ini bekantan rawa.. Bukan setan :)
Zayyan pun terisak dalam diam... Ia menunduk dalam tak berani melihat wajah sing..
Tidak mendapat balasan, sing pun membalikan badan zayyan dan menarik dagu pria manis tersebut kemudian mengecup keningnya lembut...
"Maafkan aku zayyan... Aku sungguh minta maaf.." ujar sing menyesal..
Ia bingung kenapa bertingkah seperti ini..
Ia yakin tidak sedang jatuh cinta kepada zayyan... Lebih tepatnya belum...
Namun kenapa ia begitu khawatir kalau zayyan marah dan nangis... Bahkan merasa begitu tak suka jika ada yang menyentuh zayyan selain dirinya dan leo..
Sing tak mengerti..
Sedangkan zayyan, ia kaget dengan mata membulat lucu.. Jantungnya berdetak tak beraturan setelah di kecup oleh sing..
Dung tek dung tek dung tek
Dung... TEK!! dung tek dung
Dung... Tektek dung tek dung..
(Btw itu rumus mainin rebana loh :v)
Ia merasakan perasaan aneh.. seperti nyaman, namun juga bahagia yang tak bisa di gambarkan..
Kecupan itu memang tak lama... Namun berbekas bagi keduanya..
Membuat singg dan zayyan sama-sama diam..
Zayyan menatap sing begitu pula dengan sebaliknya..
Tiba-tiba cafetaria kantor memutar musik romantis..
Akad - payung teduh
Hujan mulai reda menyisakan rintik-rintik...
Lampu dari ambulance bersinar terang.. Menjadi background di antara mereka..
Menambah begitu banyak kesan romantis dalam adegan ini...
Namun..
"Loh, ambulance??"
-
Setengah chaper ini gue apus dan tulis ulang karna tulisannya masih berantakan 😭
Trus untuk pemilihan lagunya, sksks sebenarnya aku mau make lagu dari ost drakor gitu, tapi keburu mager nyari jadi make apa yang ada kelintas di otak wkwk..
Makasih yang dah mo baca..
Bhye huye

KAMU SEDANG MEMBACA
sekretaris [✔] Singzay
Historia CortaZayyan hanya berniat jadi sekretaris.. Tapi pabos ga berpikir gitu..