10👾

986 70 4
                                    

Setelah mengantar beomsoo sampai ke rumahnya.. Mereka lanjut jalan lagi menuju tk leo..

"Sing... Kenapa kau membuang makanan yang ku buat? Itu enak tau..." Ujar zayyan dengan wajah cemberut yang manis..

"Maafkan aku... Aku hanya tidak suka dengan makanan yang kau bawa hari ini... Aku kurang suka sama coklat dan mint choconya-"

"Bentonya?" Potong zayyan..

"Aku suka kari sebenarnya, tapi karena ini kari ikan, aku ga terlalu suka.. Maaf.. Ah Sebagai gantinya bagaimana kalau besok malam kita pergi makan malam? Kau yang tentukan tempatnya.." ujar sing sambil mengelus tangan zayyan..

"bolehkah? Eh, tapi tidak bisa.." ujar zayyan cepat..

"Kenapa ga bisa?" Tanya sing bingung..

"Kau tau davin? Dia adalah karyawan mu di bagian manajemen keuangan... Dia juga temanku waktu SMA dulu... Tadi aku bertemu dengannya, dan dia mengajakku makan malam besok... Tapi, tapi jika kau tidak bolehin pergi, tidak apa-apa kok..." Ujar zayyan cepat.. Takutnya si bos marah..

Sing yang mendengarnya terlihat tidak suka..

"Kau tidak boleh pergi.." Ujar sing tegas..

"Hm.. Okeylah kapan-kapan saja-"

"Ga ada kapan-kapan zayyan.. Aku ga suka.." Nah kan kebablasan..

"Heh? Kenapa ga suka.." Duh, sing langsung kikuk..

"Hanya ga suka.. Nanti, ayo kita makan nasi padang dulu, sebagai ganti makan siang kita hari ini.." Ujar sing mengalihkan pembicaraan..

Zayyan yang mendengar itu pun hanya mengangguk, ia malas jika harus berdebat lama..

Sesampainya di rumah makan padang... Mereka memesan makanan dan makan dengan kidhmat..

Setelah makan, tak lupa juga membungkuskan untuk leo, mereka pergi menuju tk leo...

Setelah sampai, zayyan langsung di sambut dengan teriakan heboh leo dan tubrukan keras di kakinya...

"Mommy!!!! Aaah.. Eyo linduuu...." Ujar leo cadel sambil memeluk kaki zayyan...

"Dengan daddy tidak rindu?" Tanya sing..

"Enggak.. Hehe... Mommy, eyo lapal.." ujar leo lucu kemudian meminta untuk di gendong..

Zayyan pun menggendong leo dan berjalan meninggalkan sing yang menatap mereka cemberut..

"Dasar anak nakal" ujar sing kemudian mengekori zayyan dan leo...

"Oiya sing, Nanti mampir dulu ke rumah ku ya.. Mau ambil pakaian" ujar zayyan mengingatkan..

"Ok.." Sahut sing menanggapi..

Setelahnya mereka pun pergi ke rumah zayyan.. Dengan leo yang berceloteh tentang anak baru manis bernama gyumin yang masih belum bisa berbicara di sekolahnya..





















saat sampai di rumah sing, leo sudah tidur membuat zayyan keteteran menggendong dan membawa koper berisi bajunya juga..

"Sini biar aku yang bawa.." ujar sing kemudian mengambil koper zayyan...

zayyan yang melihat sing seperti itu merasa hangat di bagian hatinya...

DEG

Jantung zayyan berdetak ketika melihat sing membalikan badan dan menatapnya teduh...

DEG DEG DEG DEG DEG

'HEH JANTUNG AING KENAPA?! SERAM BANGET SUARANYA!!' inner zayyan panik sendiri..

"Oi.. Sampai kapan mau di situ terus? Ayo masuk.. Bentar lagi magrib..." Tegur sing membuat zayyan segera berlari mendekatinya...


































































-

Kurlebnya chap ini sudah menyesuaikan ff aslinya.. Walau setengah chapter tetap aing buang untuk kepentingan cerita :)

sekretaris [✔] SingzayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang