12👾

864 66 4
                                    

Ruang makan yang awalnya gembira menjadi sunyi senyap karna keputusan sepihak dari ibu sing..

"Mama.. Apa kau serius?" Tanya sing tak yakin..

"Iya mama serius... Atau mau sore ini?" Tanya mama sing sambil makan keripik sukun yang ada di atas meja..

"..." Sing melihat zayyan.. ia khawatir zayyan menolaknya..

Wain yang melihat keraguan di wajah adik dan calon adik iparnya segera menarik zayyan pergi..

"Mommyyy.. Uncle waaa kembalikk mommmyy eyoo.." heboh leo dengan mata yang berkaca-kaca..

"Cup cup cup.. cucu nenek jangan sedih okeh.. mommy hanya pergi sebentar kok" ujar mama sing sambil memangku leo..















































"Hei... Oiya perkenalkan, namaku wain... Aku abangnya sing.." ujar wain sambil tersenyum setelah mereka sampai ke teras belakang..

"Apa kau menyukai.. Tidak.. mencintai adikku?" Tanya wain to the point

"Ah.. I-itu" Zayyan tergagap di tanyai seperti itu..

"Jujurlah dengan hatimu sendiri... Apa yang kau rasakan??" Ujar wain langsung memegang dada zayyan..

"E-eh??!" Zayyan kaget dengan tingkah laku wain.. namun dia terdiam cukup lama..

Memikirkan perasaannya terhadap bossnya itu..

"A-aku bingung" ujar zayyan ragu..

"Hm.. Baiklah.. apa yang kau rasakan saat berada di sampingnya?" Tanya wain lagi..

"Terkadang biasaa.. terkadang gugup" ujar zayyan jujur..

"Saat ia tak ada... Apa yang kau rasakan?"

"Sedikit kesepian"

"Apa kalian pernah melakukan kontak mata? Jika iya, apa jantung mu berdetak tak karuan?"

"A-ah itu.. I-iya... Rasanya aneh.."

"ITU NAMANYA JATUH CINTA!!!" heboh wain yang membuat zayyan kaget..

"Tentang masalah perasaan adikku, kau jangan khawatir... Di lihat dari matanya, adikku tak mau kau pergi darinya.. jadi, apa kau setuju?" Lanjut wain dengan mata yang berbinar..

"Se-setuju ap-huaaa" kaget zayyan saat tiba-tiba di tarik oleh wain kembali ke dapur..

Sesampainya di dapur.. Leo langsung heboh minta di gendong zayyan..

"Mommy.. Hiks.. Mau cama mommy..." Rengek leo yang langsung di gendong oleh zayyan..

"Cup cup cup.. Jangan nangis lagi ya.. Ini udah sama mommy..." Ujar zayyan yang langsung menenangkan leo.. Membuat tatapan haru dari ke empat orang yang ada di sana..

"Mama.. Zayyan setuju.. Besok sing dan zayyan akan menikah.." ujar wain senang..

"Benarkah??" Heboh sing senang...

"Iya, ini buktinya.." ujar wain mengeluarkan sebuah tape recorder..

Terputarlah percakapan singkat antara wain dan zayyan tadi..

"Ah leganya.." Ujar mama sing sambil tersenyum..

Zayyan hanya terdiam.. entah apa yang ia rasakan sekarang...

"Terima kasih zayyan" ujar ayah sing sambil mengelus lembut rambut zayyan..

zayyan yang menerima itu jadi kaku, sedangkan sing langsung menepis tangan bapaknya dengan ekspresi cemburu..

"Dih.." Cibir wain melihat kecemburuan adiknya itu..

"Nah semuanya.. Mari makan..." Ujar mama sing semnagat..

Zayyan pun duduk di samping sing... Mereka berdua hanya diam... Ga tau harus bicara apa..

"Mommy" panggil leo pelan..

"Ya sayang?" Jawab zayyan cepat..

"Beldebal itu apa?" Tanya leo polos...


















































-

SISA 1 CHAP LAGI AHAY!!

sekretaris [✔] SingzayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang