"haa.." noya tidak menyangka akan seperti ini
"dia hanya butuh waktu, noya" ucap sean mencoba menenangkan noya
"ya, kurasa begitu" jawab noya
Asgard castle side:
"hey kaguwir~" vel berjalan sembari memanggil nama sang pemimpin asgard, yang akhirnya keluar dari tempat singgahnya
"ha.. ada apa lagi, ubi?" kaguwir bertanya, juga mencegahnya masuk lebih dalam ke kastilnya.
"ubi?"
"harus kau ingat jika gempita berhasil ku kalahkan" ketus kirman
"kirman.. kirman..."
"pff-"
"apa kau, menantangku?" vel menatap tajam kirman yang lebih pendek darinya
"ah.. ya!"
"aku menantangmu, ubi."
"lalu?"
"kenapa kau tampak tidak yakin?" vel kembali menatap dan mendekat, memisahkan jarak antara dirinya dengan kirman.
"mundur kirman"
"kau tidak akan bisa mengalahkannya"
"biar aku saja yang menangani ubi" jawab kaguwir membelakangi kirman
"sombong sekali"
"dan sebenarnya, simple."
"gua cuma mau senjata itu" vel menatap sejenak senjata milik kaguwir, lalu mengeluarkan senjata miliknya
"lawan gua" jawab kaguwir sembari tersenyum, melakukan aba' dan menyiapkan gapplenya
"ck.. padahal ada cara yang lebih mudah"
"bahkan, kita bisa berdamai"
"jangan harap, ubi"
"tunggu." noya keluar dari arah portal, berjalan menuju ke arah mereka yang hampir akan memulai pertarungan.
"noya?"
"apa ada masalah?"
"kenapa kau kemari?" tanya kaguwir
"aku kesini untuk mencari ubi" jawabnya melihat ke arah vel yang juga menatap dirinya
"untuk apa kau mencariku"
"jika kau sudah bosan hidup, kau bisa meminta salah satu anggotaku untuk membunuhmu" ucap vel
"aku ingin berbicara empat mata denganmu" jawab noya
"untuk apa"
"aku bisa langsung melenyapkanmu di sini" ketus vel
"kau tidak akan bisa menyentuhku"
"meskipun begitu.. tidak ada untungnya membunuhku" ucap noya sembari menghela nafas
"bawa saja noya"
"lagipula aku sedang tidak mood untuk melawannya" jawab kaguwir membawa kirman pergi meninggalkan keduanya
"arh!"
"cepatlah"
"apa yg ingin kau bicarakan"
"to the point." ucap vel kesal
"..." hening sejenak
"mar.. vel?"
"benar itu namamu?" tanya noya
"gimana lu bisa tau sialan.."
"aku sudah tau semua tentangmu"
"bahkan lebih tau, dari dirimu sendiri."
"berhentilah berbicara omong kosong sialan.."
"percayalah, kau hanya di manfaatkan oleh kegelapan"
"kembalilah ke cahaya, vel"
"sang dewi akan sangat senang menerimamu" noya menatap vel dengan tatapan yang sangat tulus, penuh harapan.
tetapi sebaliknya,
vel menatapnya dengan penuh kebencian.
"ah jadi selama ini itu kau."
"dan kau datang ke sini mencariku hanya untuk menceramahiku sialan?"
"juga untuk apa kau mengajakku ke cahaya bodoh itu!?" ucap vel menatap noya kesal
"haa.."
"dengarkan aku terlebih dahulu-" ucap noya
"untuk kembali menceramahi diriku!?" ketus vel mengangkat kapak miliknya bersiap menyerang noya
"kau sangat keras kepala"
KAMU SEDANG MEMBACA
light and the darkness
Fantasy"dia.. 𝙙𝙞𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙢𝙪!" © bini_nelson, 2024
