🍭 Labyrinth of Love (Midatzu)

181 16 0
                                    

Setelah menikah, Dahyun baru memperkenalkan istrinya, Mina, pada adiknya, Tzuyu. Namun, saat mata Mina bertemu dengan Tzuyu, ekspresi terkejut tergambar jelas di wajahnya. Tzuyu, yang duduk di kursi roda, tersenyum hangat menyambut mereka.

Mina terdiam sejenak. Pria yang ingin ia lupakan selama ini kembali di kehidupannya. "Tzuyu... itu benar, kamu?"

Tzuyu tersenyum bahagia menyambut kakak iparnya.

"Hyung, kau datang bersama istrimu kan?" Tanyanya pada Dahyun.

"Nee" Ucap Dahyun.

"Pasti istri Hyung sangat cantik, tapi sayang sekali aku tidak bisa melihat kakak iparku" Ujar Tzuyu yang tanpa sadar membuat Mina meneteskan air mata. Ia langsung mengusapnya.

"Aku Tzuyu"

Mina terkejut. Ternyata benar dia adalah Tzuyu. Masa lalu yang ia kira sudah terkubur dalam-dalam, kini hadir di depan matanya dalam wujud adik ipar yang buta. Dia merasa terkejut, terpukul, dan tak percaya. Hatinya hancur saat menyadari bahwa Tzuyu yang dicintainya dulu kini harus hidup dalam kegelapan.

"Namanya Mina, Tzu" Ucap Dahyun yang memperkenalkan istrinya, karena sedari tadi Mina hanya terdiam saja, mungkin Mina lelah?pikirnya.

Senyum yang tersungging di wajah tampan Tzuyu kini berubah menjadi layu. Dadanya terasa sesak saat mendengar nama itu. Mina yang baru menyadarinya pun merasa terluka, "Maaf, Tzu" lirihnya.









*******

Dahyun menjelaskan segalanya pada Mina. Tzuyu yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan ia buta. Mina merasa sangat bersalah. Ia mengira selama ini Tzuyu meninggalkannya dengan sengaja. Namun, nyatanya pria itu menderita.

Hari-hari berlalu, Mina mencoba menerima kenyataan bahwa Tzuyu adalah adik ipar sekaligus cinta masa lalunya. Namun, bayangan kecelakaan tragis yang membuat Tzuyu buta selalu menghantuinya. Ia merasa bersalah dan tidak bisa melupakan rasa sakit yang terus menghantui.

Dalam keheningan malam yang sunyi, Mina merenungkan segala yang telah terjadi. Hatinya terbelah antara cinta yang masih terpendam untuk Tzuyu dan rasa bersalah yang tak pernah pudar. Dia merasa terjebak dalam labirin emosi yang tak kunjung reda.

Sementara itu, Tzuyu duduk sendiri di kamarnya, merasakan kehampaan yang mendalam. Meskipun buta secara fisik, dia bisa merasakan ketidaknyamanan di antara Mina dan Dahyun. Tzuyu merindukan kebahagiaan yang dulu pernah ia rasakan bersama Mina, namun kini semua tinggal kenangan yang terluka.

Suatu pagi, Mina memutuskan untuk menghadap Tzuyu. Dengan langkah berat, dia duduk di samping Tzuyu yang sedang meraba-raba sekitarnya. Dengan suara gemetar, Mina mulai berbicara, "Tzuyu, maafkan aku. Aku tak bisa melupakan masa lalu kita, dan aku juga tak bisa melupakan rasa bersalahku."

Tzuyu tersentuh dengan ketulusan kata-kata Mina. Dia merasakan getaran emosi yang sama terhadap Mina meskipun tak bisa melihatnya. Namun, dalam keheningan itu, Tzuyu tahu bahwa tak ada tempat untuknya di antara Mina dan Dahyun. Apalagi kondisinya yang buta. Ia merasa juga tidak bisa menjaga Mina.

Dengan hati yang berat, Tzuyu tersenyum lembut, "Mina, aku memahami. Kita tak bisa kembali ke masa lalu. Aku hanya ingin kalian berdua bahagia."

Mina menangis tersedu-sedu, merasakan kehilangan yang begitu dalam. Dia meraih tangan Tzuyu, menciumnya lembut sebelum akhirnya berdiri dan perlahan meninggalkan ruangan, meninggalkan Tzuyu dalam keheningan yang menyayat hati.

Dan begitulah, cinta yang terlarang dan luka masa lalu merajalela di antara mereka. Mina, Tzuyu, dan Dahyun, terpaku dalam kehampaan yang tak terucapkan, terpisah oleh takdir yang tak bisa mereka ubah. Hingga akhirnya, mereka tersesat dalam kegelapan hati masing-masing, meratapi kehilangan yang tak tergantikan.









 Hingga akhirnya, mereka tersesat dalam kegelapan hati masing-masing, meratapi kehilangan yang tak tergantikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ONESHOT (SATZU/MITZU/JITZU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang