Orlen turun dari mobil Mew setelah Mew menghentikan mobil di depan gerbang sekolahnya
"Kabari daddy jika sekolahmu sudah selesai nanti daddy jemput"
"Baik dad"
Orlen berjalan untuk masuk ke kelasnya, sampai di tempat duduknya Orlen mendapat pertanyaan beruntun dari sahabat nya
"Lu baik kan Len? "
"Kok bisa lu nabrak anak orang? "
"Dia di rumah sakit mana? "
"Gimana kondisinya? "
Pertanyaan yang membuat Lucas bingung
'Hah? Emang Orlen kenapa? Kecelakaan?'
"Sabar guys satu satu nanyanya"
"Bentar, kamu kecelakaan Len? Kok bisa? Trus kamu baik baik aja kan? "
Orlen menahan rasa kesal lalu menetralkan wajahnya kembali
"Aku yang nabrak orang, aku baik baik aja kok"
"Nanti aja gw ceritain, gw lagi badmood"
"Oh, oke"
Parven, Marcel, dan Narain berkumpul
"Pasti badmood gegara Lucas"
"Ga mungkin ah, baru juga pdkt"
"Bisa aja kan Orlen mikirin anak ipa yang baru masuk kemarin apalagi dia love at the first sight nya Orlen"
"Bisa jadi sih"
Tak berselang lama kemudian guru mapel sudah datang ke kelas
.
.
.
.
.
*Kamar NaresTay dan New sudah bangun dari tidurnya beberapa waktu yang lalu, dokter dan perawat masuk ke kamar untuk memeriksa keadaan Nares
"Permisi pak, bu saya mau memeriksa keadaan anaknya"
"Oh baik dok"
*Mulai memeriksa Nares
"Aku akan menelpon kepala sekolah dulu sayang untuk mengizinkan Nares"
"Baiklah, segeralah kembali"
New mengangguk lalu melangkah keluar dari ruangan Nares untuk menelpon kepala sekolah Nares
*Setelah memeriksa Nares
"Bapak, ibu, bagaimana dengan darahnya? Karena kita membutuhkan secepatnya"
"Siang ini akan datang dok, sekarang sedang menuju kesini"
"Baiklah, jika sudah sampai kabari saya kembali"
"Baik dok"
Dokter melangkah keluar ruangan dan melihat New yang baru saja selesai menelpon lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangannya
Setelah dokter keluar New memasuki kamar anaknya
"Bagaimana keadaan Nares yah? "
"Kita hanya perlu menunggu Dana bun"
New mengangguk lemah dan berdiri di sisi ranjang putranya, melihat wajah anaknya dan mengelus lembut wajah anaknya
"Nak, bangunlah.... Jangan tinggalkan buna, buna masih membutuhkanmu. "
Runtuh sudah air mata yang ia tahan sedari tadi, Tay melihat punggung istrinya bergetar langsung menghampirinya dan memeluknya tanpa terasa Tay juga menangis melihat Nares tertidur dengan wajah damai dan banyak alat disekitarnya untuk membuatnya bertahan
.
.
.
.
.
*Kelas ipa

KAMU SEDANG MEMBACA
Just Us | OhmNanon
Romancecerita bxb cerita menurut imajinasi Lapak OhmNanon Jangan salah lapak Kau mencintaiku atau mencintainya? ~ Nares Kelas ips Ohm Pawat (Orlen Sachio) Perth Tanapon (Parven Yuan) Marc Pahun (Marcel Abraham) Neo Trai (Narain Hariz) Lengso (Lucas Za...