Chapter Fourteen: Queencard - 6

145 37 13
                                    

Sepanjang perjalanan, Yerim tidak bisa tenang. Dia merasa kacau karena kalimat Hyunjin tadi. Melakukan seks? Kapan? Apa malam itu? Dia bisa mengingat sebagian kejadiannya, namun itu hanya di bagian blowjob saja. Dia tidak tahu kalau dia pernah melakukannya bersama pemuda itu.

Alkohol benar-benar musuh terberatnya saat ini. Terlalu banyak kesialan ketika dia mabuk. Jangankan mengendalikan diri, ia bahkan tidak bisa mengingat tiap kejadiannya. Itu berbahaya sekali. Mulai dari kejadian Insta dan yang satu ini, dia harus berhenti mengonsumsi minuman itu.

"Sunbae ...."

Hyunjin mempertahankan ekspresi yang sama sejak mereka pergi. Dia serius, seperti menggenggam emosi agar tidak mengamuk. Yerim sedikit ragu setelah melihat raut wajah mengerikan itu ketika ia memanggilnya, namun ia terlalu penasaran.

".... waktu itu--"

"--ini kencan. Jangan panggil aku dengan sebutan itu."

Yerim mendengus, "tapi kau bukan kekasihku. Dan sebutan 'sunbae' tidak salah."

"Jangan panggil aku begitu nanti. Atau kau memang mau menjadi kekasihku?"

"Hah? Sunbae? Apa kau sedang mencoba menggodaku?"

Pertanyaan Yerim yang sangat terus terang membuat ketegangan di wajah Hyunjin hilang seketika. Dia tidak bisa menahan senyum. Rupanya dia juga tak mampu menahannya. Dia geli sendiri dengan rayuan murahan itu.

"Aku payah dalam hal itu." Hyunjin mengalihkan pandangannya, menjauhi tatapan Yerim. "Sebaiknya kau mengerti saja. Aku mengajakmu keluar untuk berkencan."

"Jadi kau ingin aku memanggilmu dengan apa? Oppa? Sayang? Chaewon akan mencekikku sampai mati."

"Dia tidak ada di sini. Dan tidak akan ada yang tahu kau pergi denganku. Selama kau tutup mulutmu dengan Bomin juga."

"Untuk apa aku beritahu bajingan itu?"

"Segera putuskan dia."

"Aku tahu. Kalau bukan karena dia mengancam menyebarkan video kami, aku sudah lama meninggalkan bajingan itu."

"Kalau kau bersamaku, dia tidak akan berani menyentuhmu."

"Menggiurkan. Kau benar-benar bisa mengamankan posisiku? Kalau itu benar, maka aku tidak akan segan melakukan apa yang kau mau."

Sambil melirik kecil, Yerim mencoba membaca situasi. Dia ingin sekali mempertanyakan soal malam kemarin. Suasana hati Hyunjin tampak lebih baik, ini berarti dia punya kesempatan. Dia pasti bercanda tentang itu, kan?

"Jadi ... hotel mana yang akan kau pilih hari ini, Oppa?"

Senyuman Hyunjin merekah lebih lebar setelah mendengar panggilan yang dia sukai. "Rahasia."

"Oh, begitu, ya? Kau pasti sudah siap memperkosaku."

"Itu benar!"

Lelaki yang tak tahu malu.

"Kau sudah melakukannya saat aku mabuk, bukan? Benar-benar menyebalkan."

"Kau tidak boleh minum kalau bersamaku."

"Aku terlalu mabuk untuk ingat. Kau benar-benar melakukan itu padaku yang mabuk? Sialan."

"Tidak juga." Hyunjin menyengir. "Kau lebih dulu pingsan."

"Lalu?"

"Kubawa kau masuk ke dalam. Kau malah pergi ke bar. Setelahnya aku hanya mabuk-mabukan saja di lantai dansa."

Meski tidak bisa dipercaya, Yerim memilih untuk melakukannya. Dia memilih untuk percaya pada ucapan Hyunjin. Itu hal yang paling tepat untuk dilakukan.

THE GAMBLER 2: Big League🔞 | TXT & EN-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang