04. Dia Berbahaya

455 74 14
                                    

Buk Ningsih dan Pak Jordan saling melempar tatapan satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Buk Ningsih dan Pak Jordan saling melempar tatapan satu sama lain. Mereka seolah tau siapa yang barusan menguping.

"Mereka anak yang punya rasa penasaran tinggi, saya pikir sangat sulit untuk melarang mereka semua" ujar Pak Jordan

"Bapak jangan khawatir, selagi mereka tidak bertindak terlalu jauh semuanya akan aman-aman saja" ucap Ningsih tersenyum kecil.

Sementara itu kesembilan siswa tadi sudah berlari masuk kedalam kelasnya.

"mereka ngomong apaan Zay?" tanya Alex

"gue gak denger" jawab Zayyan apa adanya

"yaelah, terus ngapain lu nguping tadi Zay" jenuh Wain

"gue cuma penasaran aja" jawab Zayyan

"mungkin buk Ningsih dan kepsek itu ada hubungan" ujar Gibran yang mendapat tatapan asing dari teman-temannya.

"apa? gue salah ngomong?" Gibran menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"jalan pikir lo kejauhan" Noel menjitak kepala Gibran

"aduh sakit anj___

"lo mau bilang gue anjing ya!" tebak Noel sedikit ngegas

"kagak, gue.. gue mau bilang itu__" Gibran menggantungkan ucapannya, dia masih mikir mau beralasan apa.

"apa??" Tanya Noel sewot

"ituloh, gue mau bilang Anjas asmara.. nah iya itu" elak Gibran

"alasan!" Noel terlanjur kesal

Lagi asik mengobrol tiba-tiba kepala sekolah masuk ke kelas mereka.

"eh ngapain kepsek masuk kekelas kita" bingung Angelo

Zayyan mengedikkan bahu "gak tau"

"Selamat siang anak-anak" sapa Pak Jordan

"siang Pak!" Jawab murid di kelas

Pak Jordan menatap Zayyan, Alex, Noel, Angelo, Bagas, Wain, Gibran, Davin dan Leo secara bergantian. "kalian bersembilan ikut saya keruangan sekarang" tegas Pak Jordan

"k-kami Pak? tapi kenapa?" bingung Zayyan

Pak Jordan keluar dari kelas tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Zayyan semakin bingung begitu juga dengan teman-temannya yang lain.

"kira-kira ngapain ya kita dipanggil ke ruangannya" Alex berpikir keras

"mungkin kita mau dikasih duit" ujar Gibran

"ya gak mungkinlah" Davin geleng-geleng kepala melihat Gibran yang kelewatan konyol.

"yaudahlah ke ruangan aja dari pada kita kena marah" ucap Bagas

"oke"

Mereka bersembilan bergegas pergi ke ruangan Pak Jordan. Sampai tibanya di sana, mereka di semprot habis-habisan.

Blood School [Zayyan xodiac]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang